CINCINSLOT - Langit kerajaan Arandelle mulai berubah warna ketika matahari perlahan tenggelam di balik pegunungan. Cahaya jingga keemasan menyelimuti seluruh istana, membuat menara-menara tinggi tampak seperti dilukis oleh cahaya senja.
Di taman belakang istana, seorang putri berdiri sendirian di dekat kolam bunga teratai. Namanya Putri Elvara, putri tunggal Raja Arandelle. Meski hidup di istana megah, hatinya sering terasa sepi.
Setiap sore, Elvara memiliki kebiasaan yang sama: berjalan diam-diam keluar dari gerbang belakang istana untuk menikmati senja di padang rumput dekat hutan.
Hari itu pun sama.
Dengan jubah sederhana agar tidak dikenali sebagai putri kerajaan, Elvara melangkah keluar dari gerbang kecil istana. Angin sore menyapu lembut rambut panjangnya.
Ketika ia tiba di padang rumput, ia melihat seseorang.
Seorang pria muda sedang duduk di atas batu besar, memainkan seruling kayu. Melodi yang ia mainkan terdengar begitu tenang, seakan menyatu dengan suara angin dan dedaunan.
Elvara berhenti.
Ia belum pernah melihat pria itu sebelumnya.
Pria itu mengenakan pakaian sederhana seperti rakyat biasa, tetapi ada sesuatu yang berbeda dari caranya duduk dan memainkan seruling—seolah ia menyimpan banyak cerita dalam hidupnya.
Tanpa sadar, Elvara mendekat.
Pria itu berhenti bermain ketika menyadari ada seseorang di belakangnya.
"Maaf… apakah aku mengganggu?" tanya Elvara dengan suara lembut.
Pria itu tersenyum kecil.
"Tidak. Senja justru terasa lebih indah kalau ada yang mendengarkan."
Elvara tersenyum tipis.
"Aku sering datang ke sini… tapi baru kali ini melihatmu."
"Aku baru beberapa hari tiba di desa dekat hutan," jawab pria itu. "Namaku Ravian."
Elvara ragu sejenak sebelum menjawab.
"Aku… El."
Ia tidak berani menyebutkan bahwa dirinya adalah putri kerajaan.
Angin sore kembali berhembus, membawa aroma bunga liar.
Mereka duduk berdampingan di atas batu besar itu, memandang matahari yang perlahan tenggelam.
Tanpa mereka sadari, pertemuan sederhana di senja itu akan menjadi awal dari takdir yang mengubah hidup keduanya—takdir yang akan menghubungkan dua dunia yang berbeda.
Di kejauhan, lonceng istana mulai berbunyi.
Elvara berdiri.
"Aku harus pergi."
Ravian mengangguk.
"Sampai bertemu lagi… El."
Elvara berjalan kembali menuju istana, tetapi sebelum benar-benar pergi, ia menoleh sekali lagi.
Ravian masih duduk di batu itu, memainkan serulingnya kembali.
Melodi senja itu kini terasa berbeda di hati Elvara.
Untuk pertama kalinya, senja di kerajaan tidak lagi terasa sepi.
Dan tanpa ia sadari…
sebuah janji yang belum terucap telah mulai terbentuk di ujung senja kerajaan.
Rahasia di Balik Senja
CINCINSLOT - Keesokan harinya, langit kembali berubah jingga ketika senja datang. Seperti biasa, Putri Elvara menyelinap keluar dari gerbang belakang istana dengan jubah sederhana.
Namun kali ini, langkahnya terasa lebih cepat dari biasanya.
Entah mengapa, ia berharap pria bernama Ravian itu masih berada di padang rumput.
Ketika Elvara tiba di tempat yang sama, ia melihat sosok yang ia cari.
Ravian berdiri di tepi bukit kecil, memandang matahari yang hampir tenggelam. Angin sore membuat rambutnya bergerak pelan.
Elvara tersenyum tanpa sadar.
“Kau datang lagi,” kata Ravian sambil menoleh.
“Kau juga,” jawab Elvara ringan.
Mereka duduk kembali di batu besar tempat mereka bertemu kemarin.
Ravian mulai memainkan serulingnya lagi. Nada yang keluar kali ini terdengar lebih lembut, seperti cerita yang mengalir bersama angin.
“Lagu apa itu?” tanya Elvara.
“Lagu lama dari desa tempat aku dibesarkan,” jawab Ravian. “Biasanya dimainkan saat seseorang menunggu orang yang ia sayangi kembali.”
Elvara terdiam sejenak.
“Apakah kau… sedang menunggu seseorang?”
Ravian tersenyum kecil, tapi tidak langsung menjawab.
“Mungkin,” katanya pelan. “Atau mungkin aku hanya menunggu takdir mempertemukanku dengan seseorang.”
Elvara merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.
Untuk beberapa saat, mereka hanya duduk memandang langit yang semakin gelap.
Namun tanpa mereka sadari, dari balik pepohonan di pinggir hutan, seseorang memperhatikan mereka.
Seorang prajurit istana yang sedang berpatroli.
Ia menyipitkan mata.
“Putri Elvara…?” gumamnya pelan.
Prajurit itu terkejut melihat sang putri duduk bersama pria asing di luar istana.
Sementara itu di bukit senja, Elvara dan Ravian masih berbincang tanpa mengetahui bahwa rahasia mereka mulai terlihat oleh orang lain.
“Aku tidak tahu kenapa,” kata Elvara pelan, “tapi setiap berada di sini… rasanya dunia terasa lebih tenang.”
Ravian menatapnya dengan lembut.
“Mungkin karena senja selalu mempertemukan orang-orang yang sedang mencari sesuatu.”
Elvara menatap Ravian sejenak.
“Lalu… apa yang sedang kau cari?”
Ravian tersenyum.
“Seseorang yang tidak takut berjalan di dua dunia yang berbeda.”
Kata-kata itu membuat Elvara terdiam.
Ia belum tahu bahwa kalimat itu akan menjadi pertanda dari takdir besar yang menunggu mereka.
Di kejauhan, lonceng istana kembali berbunyi.
Namun kali ini, Elvara tidak langsung berdiri.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa ada sesuatu yang lebih menarik daripada dinding istana yang membatasi hidupnya.
Dan di balik bayangan pepohonan, sang prajurit mulai berlari kembali menuju istana.
Rahasia sang putri mungkin tidak akan bertahan lama.
**** Bersambung****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar