Rahasia yang Tersembunyi di Bawah Istana
CINCINSLOT - Pagi datang dengan suasana yang berbeda di kerajaan Eldoria.
Kabut tipis masih menyelimuti halaman istana yang rusak akibat pertarungan malam sebelumnya. Para penjaga sibuk membersihkan puing-puing tembok dan menara yang runtuh.
Namun di dalam istana, suasana jauh lebih sunyi.
Putri Elara berdiri di balkon kamarnya, menatap langit yang mulai cerah. Pikirannya masih dipenuhi kejadian malam itu.
Cahaya emas yang keluar dari tubuhnya…
Makhluk dari dunia lain…
Dan gerbang misterius yang berada di bawah kerajaan.
“Elara.”
Suara Arven membuatnya menoleh.
Arven berdiri di pintu balkon dengan wajah serius.
“Kita harus bicara.”
Elara mengangguk pelan.
“Aku juga ingin tahu semuanya.”
Beberapa saat kemudian mereka berjalan melewati lorong rahasia istana. Lorong itu sangat tua, bahkan sebagian dindingnya dipenuhi simbol-simbol kuno yang hampir pudar.
Elara menyentuh salah satu simbol di dinding.
“Apa ini?”
Arven menjawab dengan suara pelan.
“Ini adalah bahasa kuno… bahasa yang berasal dari dunia lain.”
Mereka terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan besar di bawah tanah.
Di tengah ruangan itu terdapat gerbang batu raksasa dengan lingkaran simbol yang sama seperti yang muncul di tangan Elara.
Gerbang itu kini terlihat retak dan sebagian energinya telah meredup.
“Elara,” kata Arven perlahan.
“Ini adalah Gerbang Dua Dunia.”
Elara menatapnya dengan kaget.
“Gerbang ini menghubungkan dunia manusia dengan dunia makhluk yang menyerang kita semalam.”
Ia menelan napas.
“Kenapa gerbang ini ada di kerajaan kita?”
Arven terdiam beberapa saat.
Lalu ia mengatakan sesuatu yang membuat Elara terkejut.
“Karena kerajaan Eldoria didirikan oleh seseorang yang berasal dari dua dunia sekaligus.”
Mata Elara membesar.
“Maksudmu…?”
Arven menatapnya serius.
“Pendiri kerajaan Eldoria adalah nenek moyangmu.”
“Dan kau adalah keturunan terakhir yang memiliki darah itu.”
Elara mundur satu langkah.
Semua teka-teki mulai tersusun di kepalanya.
Itulah sebabnya gerbang bereaksi terhadapnya.
Itulah sebabnya makhluk dari dunia lain mencarinya.
Tiba-tiba—
KRRAAAK…
Suara retakan terdengar dari gerbang batu.
Cahaya merah gelap mulai muncul dari celah-celah simbol.
Arven langsung menatap gerbang itu dengan wajah tegang.
“Ini tidak baik…”
Kabut hitam perlahan keluar dari celah gerbang.
Suara rendah yang menyeramkan terdengar dari dalamnya.
“Gerbang itu… mulai terbuka lagi.”
Elara menggenggam tangannya.
“Kalau gerbang itu terbuka sepenuhnya… apa yang akan terjadi?”
Arven menjawab dengan serius.
“Seluruh dunia kita bisa diserbu oleh makhluk dari dunia lain.”
Namun tiba-tiba suara lain terdengar dari balik kegelapan gerbang.
Suara yang jauh lebih kuat dari makhluk yang menyerang malam sebelumnya.
“Putri dua dunia…”
Kabut hitam bergerak membentuk bayangan besar.
“Pada akhirnya… kau akan membuka gerbang itu sendiri.”
Elara merasakan tubuhnya bergetar.
Ancaman yang sebenarnya ternyata baru saja dimulai.
Pengakuan Sang Raja
CINCINSLOT - Cahaya merah dari Gerbang Dua Dunia perlahan memudar, tetapi udara di ruangan bawah tanah itu masih terasa berat dan dingin.
Putri Elara berdiri terpaku menatap gerbang batu raksasa itu. Retakan-retakan yang muncul di permukaannya masih memancarkan cahaya gelap yang berdenyut pelan.
“Arven… suara itu…” bisik Elara.
Arven menatap gerbang dengan wajah tegang.
“Itu bukan makhluk biasa. Jika dia bisa berbicara dari balik gerbang, berarti dia adalah salah satu penguasa dari dunia itu.”
Elara menggenggam gaunnya dengan gelisah.
Sebelum Arven sempat mengatakan sesuatu lagi, suara langkah kaki terdengar dari lorong belakang.
Beberapa penjaga kerajaan muncul, diikuti oleh seseorang yang berjalan perlahan dengan jubah kerajaan.
Itu adalah Raja Altherion, ayah Elara.
“Elara.”
Suaranya berat namun tenang.
Elara menoleh dengan kaget.
“Ayah…?”
Raja Altherion menatap gerbang batu itu lama sekali, seolah-olah ia sudah mengenalnya sejak lama.
“Akhirnya hari itu datang juga…”
Arven sedikit menundukkan kepala.
“Yang Mulia.”
Elara menatap ayahnya dengan bingung.
“Ayah… apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa gerbang ini ada di kerajaan kita?”
Raja Altherion menghela napas panjang.
“Karena kerajaan ini berdiri berkat perjanjian dengan dunia di balik gerbang itu.”
Elara terdiam.
“Berabad-abad yang lalu,” lanjut sang raja,
“seorang wanita dari dunia lain datang ke dunia manusia. Ia memiliki kekuatan luar biasa.”
Arven menambahkan pelan,
“Wanita itu adalah Ratu pertama Eldoria.”
Raja Altherion mengangguk.
“Dia menikah dengan raja manusia dan bersama-sama mereka menciptakan kerajaan ini. Namun untuk menjaga keseimbangan antara dua dunia… gerbang ini harus ditutup selamanya.”
Elara mulai mengerti.
“Dan hanya keturunannya yang bisa mengendalikan gerbang itu…”
Raja menatapnya lembut.
“Benar. Dan sekarang… hanya kau yang memiliki darah itu.”
Elara menunduk.
“Jadi makhluk itu datang karena aku…”
Tiba-tiba—
DUUUUM!
Gerbang batu bergetar keras.
Kabut hitam kembali keluar dari celah retakan.
Para penjaga langsung mundur ketakutan.
Suara yang sama dari sebelumnya kembali terdengar, kali ini lebih jelas.
“Raja Eldoria…”
Kabut hitam membentuk bayangan besar yang perlahan muncul di permukaan gerbang.
“Sudah lama sejak terakhir kali kita berbicara.”
Wajah Raja Altherion langsung berubah serius.
“Jadi kau masih hidup… Lord Varyx.”
Elara menatap ayahnya dengan kaget.
“Siapa dia?”
Raja menjawab dengan suara rendah.
“Penguasa dunia kegelapan di balik gerbang itu.”
Bayangan hitam itu tertawa pelan.
“Putrimu adalah kunci untuk membuka gerbang ini sepenuhnya.”
Elara merasakan udara di sekitarnya menjadi semakin dingin.
“Dan kali ini… tidak ada yang bisa menghentikanku.”
Cahaya merah dari gerbang tiba-tiba menyala sangat terang.
Retakan di gerbang semakin besar.
Arven langsung berdiri di depan Elara.
“Yang Mulia, kita harus menutup gerbang ini sekarang!”
Namun Raja Altherion menggeleng pelan.
“Sudah terlambat.”
Ia menatap Elara dengan serius.
“Elara… jika gerbang ini benar-benar terbuka…”
“Kau harus menjadi orang yang menutupnya.”
Elara menatap ayahnya dengan mata yang penuh ketakutan.
Namun jauh di dalam hatinya, ia tahu—
Takdirnya sebagai Putri Dua Dunia baru saja dimulai.
**** Bersambung****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar