CINCINSLOT - Hutan yang tadinya sunyi kini berubah mencekam.
Kabut tipis mulai menyelimuti tanah, dan udara terasa dingin menusuk.
Sosok bermata merah itu melangkah keluar dari bayangan.
Tingginya hampir dua kali manusia biasa, dengan tubuh diselimuti aura gelap yang berdenyut seperti makhluk hidup.
Lyra mundur selangkah tanpa sadar.
“Apa… itu…?”
Namun Kael langsung berdiri di depannya, meski tubuhnya masih lemah.
“Jangan lihat matanya,” bisik Kael pelan.
“Dia bukan manusia.”
Makhluk itu tersenyum tipis.
Senyum yang terasa… salah.
“Kau membawa manusia biasa ke dalam masalahmu, Kael,” suaranya berat dan bergema.
“Selalu saja… lemah.”
Kael mengepalkan tangannya.
“Pergi dari sini. Ini bukan urusanmu.”
Makhluk itu tertawa pelan.
“Aku dikirim untuk membawamu kembali.”
Ia melangkah maju.
Tanah di bawah kakinya retak sedikit.
“Dan jika perlu… aku akan menghancurkan dunia ini untuk menemukannya.”
Lyra menatap Kael dengan panik.
“Kita harus lari!”
Namun Kael menggeleng.
“Tidak akan sempat.”
Ia menatap lurus ke arah makhluk itu.
“Dia sudah mengunci keberadaanku.”
Tiba-tiba—
makhluk itu menghilang.
WHOOSH!
Dalam sekejap, ia muncul tepat di depan mereka.
Lyra bahkan tidak sempat berteriak.
Namun—
CLANG!
Kael berhasil menahan serangan itu dengan pedang hitam yang tiba-tiba muncul di tangannya.
Percikan energi gelap dan cahaya kecil menyebar ke segala arah.
Lyra terkejut.
“K-kamu bisa bertarung…?”
Kael tidak menjawab.
Fokusnya penuh pada lawannya.
Makhluk itu menyeringai.
“Masih punya tenaga, rupanya.”
Ia mendorong Kael hingga terpental beberapa meter.
Kael jatuh keras ke tanah.
“Kael!” teriak Lyra.
Makhluk itu mulai berjalan ke arah Kael perlahan.
Seperti predator yang menikmati mangsanya.
Namun sebelum ia mendekat—
Lyra berdiri di depan Kael.
Tangannya gemetar, tapi ia tidak mundur.
“Berhenti…”
Makhluk itu terdiam.
Kemudian tertawa kecil.
“Manusia… mencoba melindungi seseorang dari duniaku?”
Lyra mengepalkan tangannya.
“Aku tidak tahu siapa kamu… tapi aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya!”
Tiba-tiba—
cahaya yang sama seperti sebelumnya muncul dari tangan Lyra.
Namun kali ini lebih terang.
Lebih kuat.
Makhluk itu langsung berhenti.
Matanya menyipit.
“Cahaya itu…”
Untuk pertama kalinya, ekspresinya berubah.
Terkejut.
Kael yang masih di tanah juga menatap Lyra dengan tidak percaya.
“Itu… mustahil…”
Cahaya di tangan Lyra semakin besar.
Angin berputar di sekitarnya.
Rambutnya terangkat perlahan.
Makhluk itu mundur selangkah.
“Tidak mungkin… kekuatan itu ada di dunia ini…”
Lyra sendiri terlihat bingung.
“Aku… tidak tahu apa ini…”
Namun cahaya itu terus membesar.
Tanpa sadar, ia mengangkat tangannya ke arah makhluk itu.
Dan—
BOOOOM!
Ledakan cahaya besar menghantam makhluk tersebut.
Ia terpental jauh ke belakang, menghancurkan beberapa pohon.
Hutan kembali sunyi.
Cahaya perlahan menghilang.
Lyra terjatuh ke lututnya, kelelahan.
“Apa… yang baru saja terjadi…?”
Kael bangkit perlahan, masih tidak percaya.
Ia menatap Lyra dalam-dalam.
“Lyra…”
“Sebenarnya… siapa kamu?”
Di kejauhan, makhluk bermata merah itu bangkit kembali, meskipun tubuhnya terluka.
Namun kali ini, ia tidak menyerang.
Ia hanya tersenyum.
Senyum penuh arti.
“Jadi benar…”
“Takdir itu… sudah dimulai.”
Dan dalam sekejap—
ia menghilang ke dalam kegelapan.
Meninggalkan satu hal yang kini tidak bisa dihindari lagi.
Perang antara dua dunia… telah dimulai.
Rahasia yang Tak Bisa Disembunyikan
CINCINSLOT - Hutan kembali sunyi.
Sisa-sisa cahaya dari ledakan tadi perlahan menghilang, menyisakan tanah yang hangus dan pepohonan yang rusak.
Lyra masih berlutut di tanah, napasnya tidak teratur.
Tangannya gemetar.
“A-aku… tadi… melakukan itu…?”
Ia menatap telapak tangannya sendiri.
Masih terasa hangat.
Seolah ada sesuatu yang hidup di dalam dirinya.
Di belakangnya, Kael berdiri perlahan.
Tatapannya tidak lagi hanya waspada.
Kini… penuh pertanyaan.
“Lyra…” suaranya pelan, namun serius.
“Kekuatan itu… bukan milik manusia biasa.”
Lyra menoleh.
“Aku bahkan tidak tahu itu apa!”
Ia berdiri, sedikit kesal dan bingung.
“Aku hanya ingin melindungimu!”
Suasana menjadi hening sejenak.
Angin malam kembali berhembus pelan.
Kael menatapnya lama, lalu menghela napas.
“Kalau begitu… sudah waktunya aku mengatakan yang sebenarnya.”
Lyra terdiam.
Jantungnya kembali berdegup cepat.
Kael melangkah mendekat.
“Aku berasal dari dunia bernama Eryndor.”
Matanya yang berwarna perak terlihat serius.
“Dunia itu berbeda dari tempat ini. Ada makhluk yang hidup dalam cahaya… dan ada juga yang hidup dalam kegelapan.”
Lyra mendengarkan dengan penuh perhatian.
“Gerbang yang kamu lihat tadi… adalah penghubung antara dua dunia.”
“Dan makhluk yang menyerang kita—”
Kael menatap ke arah kegelapan hutan.
“—adalah bagian dari pasukan kegelapan yang sedang memburuku.”
Lyra menggenggam tangannya sendiri.
“Kenapa mereka memburumu?”
Kael terdiam sejenak.
Seolah memikirkan sesuatu yang berat.
Kemudian ia menjawab—
“Karena aku… adalah kunci untuk membuka gerbang itu sepenuhnya.”
Lyra membeku.
“Apa maksudmu…?”
Kael menatapnya dalam-dalam.
“Jika mereka menangkapku, mereka bisa membuka gerbang secara permanen.”
“Dan jika itu terjadi…”
Ia berhenti sejenak.
“Dunia ini… akan menjadi medan perang.”
Lyra menelan ludah.
Semua terasa terlalu besar.
Terlalu mustahil.
Namun semua yang ia lihat malam ini… membuatnya tidak bisa menyangkal.
“Tapi… lalu aku?” tanya Lyra pelan.
“Kenapa aku bisa punya kekuatan itu?”
Kael menggeleng.
“Itu yang membuat semuanya lebih berbahaya.”
Ia melangkah lebih dekat.
“Kekuatan yang kamu miliki… sangat mirip dengan kekuatan dari dunia cahaya di Eryndor.”
Lyra membelalakkan mata.
“Tidak mungkin…”
Kael menatapnya dengan tajam.
“Artinya… ada kemungkinan—”
Belum sempat ia melanjutkan—
tanah tiba-tiba bergetar.
DUUUM!
Lyra terhuyung.
“Apa lagi sekarang?!”
Angin kembali berputar.
Namun kali ini… lebih kuat.
Lebih gelap.
Dari kejauhan, terdengar suara gemuruh.
Seperti sesuatu yang besar sedang mendekat.
Kael langsung siaga.
“Tidak… mereka datang lagi…”
Lyra panik.
“Kita harus bagaimana?!”
Kael menggenggam tangannya.
Untuk pertama kalinya.
“Kita tidak bisa tinggal di sini.”
Matanya menatap lurus ke depan.
“Kita harus pergi ke tempat yang aman.”
“Ke tempat di mana mereka tidak bisa menemukan kita.”
Lyra menatapnya.
“Ke mana?”
Kael terdiam sesaat.
Lalu berkata pelan—
“Ke dunia asalku.”
Lyra membeku.
“Ke… dunia lain…?”
Angin bertiup semakin kencang.
Langit di atas hutan mulai berpendar aneh.
Seolah gerbang lain akan segera terbuka.
Kael menggenggam tangan Lyra lebih erat.
“Kalau kamu ingin tahu siapa dirimu sebenarnya…”
“maka kamu harus ikut denganku.”
Lyra menatap tangannya… lalu menatap Kael.
Hatinya berdebar.
Takut.
Namun juga… penasaran.
Dan entah kenapa—
ia merasa ini adalah jalan yang memang sudah ditakdirkan untuknya.
Ia mengangguk pelan.
“Aku ikut.”
Kael tersenyum tipis.
Dan di saat yang sama—
cahaya kembali muncul di tengah hutan.
Namun kali ini—
bukan hanya satu.
Banyak.
**** Bersambung ****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar