Tangan dari Langit Retak
CINCINSLOT - Langit terbelah sepenuhnya.
Tangan hitam raksasa itu akhirnya menembus dunia mereka. Retakan cahaya perak berubah menjadi pusaran gelap yang menyedot udara, debu, bahkan cahaya bulan.
Laras merasakan darahnya mendidih.
Bukan karena takut.
Tapi karena sesuatu dalam dirinya… menjawab panggilan itu.
Sosok berjubah putih berteriak,
“Jangan biarkan ia sepenuhnya bangkit! Jika makhluk itu lolos, dunia ini akan runtuh!”
Arsen menarik Laras menjauh dari altar.
“Kita harus menutup gerbangnya!”
Namun saat Laras mengangkat tangannya untuk memanggil kekuatannya, cahaya yang keluar bukan merah… bukan emas…
Melainkan perak bercampur hitam.
Tangan raksasa itu berhenti.
Langit sunyi.
Lalu terdengar suara. Dalam. Tua. Menggetarkan jiwa.
“Anak keseimbangan…”
Tubuh Laras terangkat perlahan dari tanah. Matanya bersinar terang.
Arsen mencoba meraihnya, tetapi gelombang energi melemparkannya mundur.
“LARAS!”
Di dalam pikirannya, Laras melihat wujud asli makhluk itu—bukan sekadar tangan. Ia adalah entitas kuno dari Dimensi Bayangan. Tidak memiliki bentuk tetap. Tidak memiliki akhir.
“Aku tidak datang untuk menghancurkan,” suara itu bergema.
“Aku datang untuk mengambil milikku.”
“Ap… apa maksudmu?” Laras berbisik.
“Kau adalah gerbang. Darahmu adalah kunci. Tanpamu, dunia ini tak bisa disentuh. Denganmu… semua batas akan runtuh.”
Di tanah, Arsen bangkit meski tubuhnya terluka. Ia menatap altar yang masih menyala.
Sosok berjubah putih berlutut, wajahnya kini terlihat—pucat seperti cahaya bulan.
“Pilihan ada padamu, Laras,” katanya lirih.
“Tutup gerbang… dan kehilangan sebagian kekuatanmu selamanya.”
“Atau…”
Arsen menyela dengan napas berat,
“Biarkan ia mengambilmu… dan dunia akan selamat, tapi kau akan hilang.”
Air mata jatuh dari sudut mata Laras.
Ia menatap Arsen.
Jika ia menutup gerbang, keseimbangan dalam dirinya mungkin akan pecah.
Jika ia pergi bersama entitas itu, dunia akan aman… tapi Arsen akan sendirian.
Tangan hitam itu kini sepenuhnya keluar dari celah langit.
Waktu hampir habis.
Laras memejamkan mata.
Dan tiba-tiba—ia tersenyum tipis.
“Aku tidak akan memilih salah satu.”
Energi merah, emas, perak, dan hitam meledak bersamaan.
Langit bergetar.
Dan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya… mulai terbentuk.
Lahirnya Keseimbangan Baru
CINCINSLOT - Ledakan cahaya mengguncang langit.
Merah. Emas. Perak. Hitam.
Keempat energi itu tidak lagi bertabrakan—mereka berputar, menyatu, lalu membentuk lingkaran bercahaya di belakang tubuh Laras.
Tangan raksasa dari Dimensi Bayangan berhenti bergerak.
Untuk pertama kalinya… makhluk kuno itu terdiam.
Arsen memaksakan diri berdiri meski tubuhnya gemetar.
“Laras… apa yang kau lakukan?”
Laras membuka mata.
Namun mata itu bukan lagi sekadar merah menyala. Di dalamnya ada galaksi kecil—cahaya dan gelap hidup berdampingan.
“Aku bukan gerbang,” suaranya bergema, tenang namun absolut.
“Aku adalah batasnya.”
Energi dari tubuhnya menjalar ke langit yang retak. Alih-alih menutup gerbang secara paksa, Laras menenunnya kembali—seperti menjahit kain yang sobek.
Makhluk bayangan menggeram.
“Kau menentang hukum dimensi!”
“Tidak,” jawab Laras lembut.
“Aku menciptakan hukum baru.”
Lingkaran cahaya di belakangnya berubah menjadi simbol kuno yang bahkan sosok berjubah putih tak pernah lihat sebelumnya.
Sosok itu berbisik, hampir tak percaya,
“Dia… melampaui keseimbangan. Dia menjadi porosnya.”
Tangan hitam itu mencoba meraih Laras sekali lagi.
Arsen melompat, memanggil seluruh kekuatan vampirnya, menebas udara dengan pedang yang menyala emas-merah.
Namun sebelum serangan itu mengenai, Laras mengangkat tangannya.
Sentuhan lembut cahaya dari ujung jarinya menyentuh tangan raksasa itu.
Tidak ada ledakan.
Tidak ada kehancuran.
Hanya… pembubaran.
Makhluk itu perlahan terurai menjadi partikel bayangan, terserap kembali ke celah yang kini menyusut.
“Ini belum akhir, Anak Keseimbangan…” suara itu memudar.
“Setiap cahaya menciptakan bayangan baru…”
Langit menutup sepenuhnya.
Sunyi.
Angin malam kembali normal.
Laras jatuh berlutut.
Arsen berlari dan memeluknya sebelum tubuhnya menyentuh tanah.
“Jangan pernah lakukan itu lagi tanpa bilang padaku,” bisiknya, suaranya bergetar.
Laras tersenyum lemah.
“Aku sudah bilang… aku tidak akan memilih salah satu.”
Sosok berjubah putih mendekat.
“Gerbang telah berubah. Dunia ini sekarang memiliki penjaga sejati.”
Laras menatap tangannya. Energi itu masih ada… tapi lebih tenang. Lebih dalam.
Ia tidak kehilangan kekuatannya.
Ia juga tidak terseret pergi.
Namun ia tahu… mulai malam ini, ia bukan lagi hanya bagian dari dunia.
Ia adalah pusat keseimbangannya.
Dan di kejauhan—di dimensi yang belum sepenuhnya tertutup—sepasang mata lain terbuka.
Mengawasi.

**** Bersambung****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh πππ..
π Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:
Posting Komentar