Jumat, 06 Februari 2026

Cerita Romantis ( Cinta antara seorang putri kerajaan dan seorang pria biasa ) Eps 2

 


CINCINSLOT - Sejak pertemuan rahasia di taman istana, hubungan Putri Althea dan Raka semakin dalam, namun juga semakin berbahaya.

Raja mulai curiga. Ia melihat perubahan sikap putrinya — lebih sering melamun, lebih jarang tersenyum, dan kerap menatap ke luar jendela istana pada malam hari. Tanpa sepengetahuan Althea, ia memerintahkan para pengawal untuk mengawasi setiap geraknya.

Suatu malam, Althea nekat mengirim pesan kepada Raka melalui dayangnya:

Temui aku di tepi sungai saat fajar. Jika ini pertemuan terakhir kita, aku ingin melihatmu sekali lagi.”

 Saat matahari mulai terbit, Raka sudah berdiri di dermaga kayu tua. Angin pagi membawa aroma embun dan bunga liar.

Tak lama kemudian, Althea datang dengan jubah sederhana agar tidak dikenali. Mereka berdiri berhadapan tanpa berkata-kata, hanya saling memandang.

Raka memecah keheningan:
“Putri… aku takut. Bukan karena bahaya, tapi karena aku tahu cintaku padamu mungkin membuatmu menderita.”

Althea menggenggam tangannya erat.
“Dan aku takut kehilanganmu lebih dari apapun.”

Mereka duduk bersama di tepi sungai, berbagi cerita tentang impian masing-masing — Raka bermimpi membuka bengkel keramik yang besar, sementara Althea bermimpi hidup bebas tanpa aturan kerajaan yang mengekang.

Namun saat suasana terasa damai…

Tiba-tiba terdengar suara kuda berderap. Pasukan kerajaan muncul dari kejauhan — mereka telah melacak keberadaan sang putri.

Raka segera berdiri, menarik Althea mendekat.
“Kita harus pergi sekarang!”

Seorang nelayan tua yang diam-diam membantu mereka menyerahkan perahu kecil.

Mereka melompat masuk dan mulai mendayung menjauh dari dermaga. Di belakang mereka, para pengawal berteriak memerintahkan untuk berhenti.

Althea menoleh ke arah istana di kejauhan — matanya berkaca-kaca, menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Ia berbisik kepada Raka:
“Apapun yang terjadi… aku memilihmu.”

Raka menatapnya dengan penuh tekad.
“Dan aku akan melindungimu, bahkan jika seluruh kerajaan menentang kita.”

Perahu mereka perlahan menghilang di balik kabut sungai, meninggalkan istana yang gempar dan Raja yang murka.

Di istana, Raja bersumpah akan mengejar mereka sampai ke ujung dunia.
Sementara itu, Althea dan Raka kini menjadi buronan — tetapi untuk pertama kalinya, mereka benar-benar bersama.

Cinta mereka kini diuji oleh takdir.

CINCINSLOT - Setelah melarikan diri dari kejaran pasukan kerajaan, Althea dan Raka akhirnya tiba di sebuah desa terpencil di balik pegunungan. Desa itu kecil, tenang, dan jauh dari jangkauan istana. Di sana mereka disambut oleh seorang wanita tua bernama Ibu Sari, yang memberi mereka tempat tinggal sementara di sebuah pondok kayu sederhana.

Untuk pertama kalinya, Althea merasakan kehidupan yang benar-benar bebas. Ia membantu Raka membuat keramik, belajar memasak, dan berbaur dengan warga desa tanpa ada yang mengetahui bahwa ia adalah seorang putri.

Raka tersenyum melihat kebahagiaan Althea.
“Di sini, kau bukan putri kerajaan… kau hanya Althea,” katanya lembut.

Althea menggenggam tangannya.
“Dan itu membuatku lebih bahagia dari apa pun.”

Namun kedamaian itu tidak bertahan lama.

Suatu hari, seorang pedagang yang lewat desa mengenali liontin Althea — lambang keluarga kerajaan Ardentia. Ia diam-diam melapor ke istana tentang keberadaan mereka.

Tak lama kemudian, pasukan kerajaan mulai mendekati desa.

Malam itu, Ibu Sari memperingatkan mereka,
“Kalian harus pergi sebelum matahari terbit. Tentara sudah mendekat.”

Raka dan Althea saling berpandangan, sadar bahwa mereka tidak bisa terus bersembunyi.

Raka berkata pelan,
“Jika mereka menangkapmu, kau akan dipaksa kembali ke istana.”

Althea menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Dan jika mereka menangkapmu… aku takut mereka akan menyakitimu.”

Menjelang fajar, Althea membuat keputusan berat.

Ia memeluk Raka erat-erat dan berbisik,
“Aku akan kembali ke istana… tapi bukan sebagai tawanan. Aku akan berbicara dengan ayahku. Aku akan memperjuangkan kita.”

Raka menahan air mata.
“Aku akan menunggumu. Seberapa lama pun.”

Saat pasukan kerajaan tiba, Althea berjalan mendekat dengan tenang. Sang Raja melihat putrinya masih hidup — dan hatinya sedikit melunak.

Namun ia tetap berkata tegas,
“Kau kembali ke istana sekarang.”

Althea menoleh sekali lagi ke arah Raka, lalu mengikuti pasukan kembali ke kerajaan.

Raka berdiri sendirian di tepi desa, menatap debu yang tertinggal dari langkah kuda — hatinya penuh harapan, tetapi juga ketakutan.

Di istana, Althea bersiap menghadapi ayahnya dan seluruh kerajaan.
Sementara itu, Raka menunggu — tanpa tahu apakah cinta mereka akan bertahan… atau hancur oleh takdir.

CINCINSLOT - Istana kembali sunyi setelah pasukan membawa Putri Althea pulang. Para dayang menatapnya dengan cemas, sementara para bangsawan berbisik-bisik di balik tirai megah.

Althea tidak lagi terlihat seperti putri yang rapuh — kini wajahnya lebih tegar.

Sang Raja memanggilnya ke ruang singgasana.

Di aula besar yang dipenuhi pilar emas, Raja duduk di singgasananya dengan wajah tegang. Althea berdiri di hadapannya tanpa menunduk ketakutan.

Raja berkata dengan suara berat:
“Kau telah mempermalukan kerajaan dan melanggar semua aturan!”

Althea menarik napas panjang, lalu menjawab dengan berani:
“Ayah… aku tidak melarikan diri untuk melawan kerajaan. Aku pergi karena aku ingin hidup, bukan hanya menjadi simbol.”

Raja terdiam sejenak.

Althea melanjutkan, suaranya bergetar tetapi tegas:
“Raka mungkin bukan bangsawan, tapi hatinya lebih mulia daripada banyak orang di istana ini. Ia tidak pernah memanfaatkan statusku. Ia mencintaiku sebagai manusia, bukan sebagai putri.”

Keheningan menyelimuti ruangan.

Raja teringat pada mendiang istrinya — ibu Althea — yang dulu juga berasal dari rakyat biasa.

Ia menatap putrinya lebih lama, melihat keberanian yang sama di matanya.

Akhirnya ia berkata perlahan:
“Jika cintamu begitu kuat… aku akan mengujinya.”

Althea menatap ayahnya dengan harapan.

Raja melanjutkan:
“Aku tidak akan menghukum Raka. Tetapi ia harus membuktikan bahwa ia pantas mendampingimu — bukan dengan darah biru, tetapi dengan keberanian dan tanggung jawab.”

Utusan kerajaan dikirim ke desa untuk membawa pesan kepada Raka:

Raja memberi kesempatan. Datanglah ke istana dan hadapi ujian.

Saat menerima pesan itu, Raka menggenggam surat tersebut erat-erat.

Ia menatap langit dan berbisik:
“Aku akan datang… demi Althea.”

Raka memulai perjalanan menuju istana — sendirian, tanpa perlindungan, hanya dengan cintanya kepada sang putri.

Sementara itu, Althea menunggu di kamarnya, berharap cinta mereka cukup kuat untuk bertahan.















**** Bersambung****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar