Sabtu, 07 Februari 2026

Cerita Romantis ( Cinta antara seorang putri kerajaan dan seorang pria biasa ) Eps 3

 



Ujian Raja untuk Raka

CINCINSLOT - Raka tiba di gerbang istana saat matahari mulai condong ke barat. Istana tampak megah dan menakutkan baginya — menara tinggi, pengawal bersenjata, dan bendera kerajaan berkibar angkuh.

Namun ia tidak gentar. Ia melangkah masuk dengan kepala tegak, membawa satu hal: cintanya kepada Althea.

Di ruang singgasana, Raja telah menunggu. Putri Althea berdiri di samping takhta, wajahnya tegang namun penuh harap.

Raja menatap Raka tajam.

“Jadi, kau pria yang berani mengambil putriku dari istana,” kata Raja dengan suara berat.

Raka berlutut satu lutut, lalu menjawab dengan tenang:
“Ampuni hamba, Yang Mulia. Aku tidak mengambil Putri — aku hanya mencintainya. Dan cinta itu tidak pernah berniat melukai kerajaan.”

Keheningan panjang menggantung di ruangan.

Tiga Ujian

Raja akhirnya berdiri dan berkata:

“Jika kau ingin mendampingi putriku, kau harus lulus tiga ujian. Bukan ujian darah bangsawan, tetapi ujian hati dan keberanian.”

Ujian Pertama – Kejujuran
Raja bertanya, “Mengapa kau mencintai Althea?”

Raka menjawab tanpa ragu:
“Aku mencintainya bukan karena ia putri, tetapi karena ia manusia yang baik, penuh empati, dan berani.”

Raja mengangguk kecil — ujian pertama lulus.

Ujian Ketiga – Pengorbanan

Raja menghela napas panjang dan berkata:
“Jika kau harus memilih antara hidupmu atau kebahagiaan Althea… mana yang kau pilih?”

Ruangan menjadi sunyi mencekam.

Raka menatap langsung ke mata Raja dan berkata:
“Aku akan memilih kebahagiaan Althea — bahkan jika itu berarti aku harus pergi darinya.”

Air mata menggenang di mata Althea.

Raja terdiam lama. Untuk pertama kalinya, ia melihat ketulusan sejati dalam diri Raka.

Keputusan Raja

Akhirnya, Raja berdiri dan berbicara lantang:

“Raka… kau bukan bangsawan, tetapi hatimu lebih mulia daripada banyak bangsawan di istana ini.
Aku mengizinkanmu mendampingi Putri Althea — bukan sebagai rakyat biasa, tetapi sebagai calon pendampingnya.”

Althea langsung berlari menghampiri Raka, memeluknya erat.

Raka tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
“Terima kasih, Yang Mulia.”

Raja menatap mereka berdua dan berkata pelan:
“Jagalah satu sama lain… dan jagalah kerajaan ini bersama.”

Cinta Althea dan Raka akhirnya diakui oleh kerajaan. Mereka berdiri berdampingan di balkon istana, menatap rakyat yang bersorak bahagia.

Namun di kejauhan, bayangan ancaman baru mulai muncul… tanda bahwa kisah mereka belum sepenuhnya selesai.

CINCINSLOT - Keesokan harinya, seluruh Kerajaan Ardentia gempar.

Raja mengumumkan keputusan resmi di hadapan para bangsawan, panglima, dan rakyat:

“Mulai hari ini, Raka akan menjadi calon pendamping Putri Althea.”

Sorak sorai memenuhi halaman istana, tetapi tidak semua orang senang.

Beberapa bangsawan tua menatap dengan wajah masam. Mereka merasa martabat kerajaan ternodai karena seorang pria biasa diangkat begitu tinggi.

Namun Raja tetap berdiri teguh di keputusannya.

Di taman istana yang dipenuhi bunga melati, diadakan upacara pertunangan sederhana — sesuai permintaan Althea.

Raka berdiri mengenakan pakaian resmi kerajaan berwarna biru tua dengan sulaman emas. Althea mengenakan gaun putih lembut dengan mahkota tipis di kepalanya.

Raja menyerahkan sebuah cincin kepada Raka dan berkata:

“Cincin ini bukan hanya simbol status… tetapi tanggung jawab untuk menjaga putriku dan rakyat Ardentia.”

Raka menerimanya dengan kedua tangan dan menjawab mantap:

“Aku bersumpah akan menjaganya dengan hidupku.”

Althea tersenyum, lalu menggenggam tangan Raka. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar bahagia — bukan sebagai putri, tetapi sebagai seorang perempuan yang dicintai.

Namun di balik kebahagiaan itu, sebuah ancaman baru muncul.

Dari perbatasan utara kerajaan, datang kabar bahwa Kerajaan Dravonia — musuh lama Ardentia — mulai mengumpulkan pasukan.

Seorang utusan berlutut di hadapan Raja dan berkata:

“Yang Mulia… Dravonia mungkin akan menyerang.”

Suasana taman yang cerah berubah tegang.

Raka menatap Raja dan berkata dengan tenang:

“Jika perang datang… aku siap berdiri di barisan depan.”

Althea menggenggam tangannya erat, wajahnya cemas namun penuh percaya.

Cinta mereka telah diakui…
Tetapi kini mereka harus menghadapi ujian yang lebih besar:

CINCINSLOT - Fajar menyingsing dengan langit berwarna jingga pucat. Genderang perang mulai terdengar dari kejauhan — tanda bahwa pasukan Kerajaan Dravonia semakin mendekat ke perbatasan Ardentia.

Di halaman istana, barisan prajurit telah siap dengan tombak, pedang, dan perisai. Bendera Ardentia berkibar gagah tertiup angin pagi.

Raka berdiri di barisan depan bersama Panglima Perang. Ia mengenakan baju zirah sederhana, bukan emas berkilau seperti bangsawan, tetapi kokoh dan pantas untuk bertempur.

Putri Althea berlari menemuinya sebelum pasukan berangkat.

Ia menggenggam tangan Raka erat-erat.
“Berjanjilah padaku… kau akan kembali.”

Raka tersenyum lembut, meski hatinya bergejolak.

“Aku berjanji akan berusaha sekuat tenaga. Bukan hanya untukmu — tetapi untuk rakyat Ardentia.”

Althea memeluknya sejenak, lalu melepaskan dengan berat hati.

Raja mendekat dan menepuk bahu Raka.
“Hari ini, kau bukan hanya calon pendamping putriku… kau adalah pelindung kerajaan.”

Raka menunduk hormat.

Di medan perang, tanah bergetar oleh derap kuda dan langkah ribuan prajurit. Pasukan Dravonia datang dengan formasi besar, membawa bendera hitam berukir naga.

Raka bertarung dengan berani di garis depan. Ia bukan prajurit terlatih seperti bangsawan, tetapi keberaniannya membuat banyak prajurit Ardentia terinspirasi.

Ia menyelamatkan beberapa tentara yang hampir terdesak, bahkan menolong musuh yang terluka — menunjukkan bahwa ia bertarung bukan karena kebencian, tetapi demi melindungi.

Melihat itu, banyak prajurit Ardentia semakin hormat padanya.

Saat pertempuran mencapai puncaknya, Panglima Dravonia menantang Raka untuk duel.

Pedang beradu, percikan api beterbangan.

Dalam momen kritis, Raka berhasil melucuti senjata lawannya — tetapi ia tidak membunuhnya. Ia memilih menyelamatkan nyawanya dan berkata:

“Perang ini tidak harus berakhir dengan lebih banyak kematian.”

Tindakan itu mengejutkan kedua pasukan.

Melihat keberanian dan kebijaksanaan Raka, Panglima Dravonia memerintahkan pasukannya mundur — perang pun berhenti tanpa kemenangan mutlak, tetapi dengan perdamaian sementara.

Saat matahari mulai terbenam, pasukan Ardentia kembali ke istana.

Althea berlari menyambut Raka di gerbang, air mata mengalir di pipinya — bukan karena sedih, tetapi karena lega.

Ia memeluk Raka erat.
“Kau kembali…”

Raka tersenyum lelah namun bahagia.
“Aku kembali… untukmu.”

Raja menyaksikan dari balkon istana dan tersenyum bangga.

Perang memang berhenti — tetapi belum benar-benar berakhir.
Dravonia mundur, bukan menyerah… dan mereka mungkin akan kembali.

Kini, cinta Althea dan Raka bukan hanya menyatukan dua hati — tetapi juga membawa harapan perdamaian bagi dua kerajaan.













**** Bersambung****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar