CINCINSLOT - Di sebuah desa kecil yang dikelilingi pegunungan dan hutan lebat, hiduplah seorang wanita desa bernama Laras. Ia sederhana, pekerja keras, dan dikenal ramah oleh seluruh penduduk. Setiap pagi, Laras membantu ibunya menjual hasil kebun di pasar, dan setiap sore ia berjalan menyusuri tepi hutan untuk mengumpulkan tanaman obat.
Desa itu tampak damai, tetapi ada satu tempat yang selalu dihindari warga: Hutan Malam Kelam. Orang-orang percaya bahwa di sana tinggal makhluk-makhluk berbahaya yang hanya muncul saat senja tiba.
Suatu hari, Laras terpaksa memasuki hutan itu karena tanaman obat langka yang dibutuhkan ibunya hanya tumbuh di sana. Meski hatinya takut, ia memberanikan diri melangkah masuk saat matahari mulai tenggelam.
Kabut tipis menyelimuti pepohonan. Angin bertiup dingin, membuat dedaunan berbisik seolah menyembunyikan rahasia.
Tiba-tiba, Laras mendengar suara langkah di balik semak.
Ia berhenti. Jantungnya berdebar.
Dari balik bayangan, muncul seorang pria tinggi berkulit pucat dengan mata merah menyala — seorang vampir.
Namanya Arkan.
Laras terkejut dan hampir menjatuhkan keranjangnya. Namun, yang aneh adalah Arkan tidak terlihat mengancam. Ia tampak terluka dan lemah, bersandar pada batang pohon.
Dengan suara serak, ia berkata pelan:
“Tolong… aku tidak akan menyakitimu.”
Laras ragu. Namun melihat darah mengalir dari luka di lengan Arkan, hatinya luluh.
Ia memberanikan diri mendekat dan berkata:
“Aku… aku akan membantumu.”
Dengan tangan gemetar, Laras mengobati luka Arkan menggunakan tanaman obat yang ia bawa. Arkan menatapnya dengan terkejut — belum pernah ada manusia yang berani menolongnya.
Saat kabut semakin tebal, Laras membantu Arkan duduk di bawah pohon besar. Mereka saling memandang dalam keheningan yang penuh misteri.
Sebelum berpisah, Arkan berkata:
“Namamu akan selalu kuingat, Laras.”
Laras hanya tersenyum kecil dan kembali ke desa saat malam mulai turun.
Namun ia tidak tahu…
Pertemuan itu telah mengikat takdir mereka — antara manusia dan vampir.
Malam itu, lonceng desa berbunyi keras — tanda bahaya.
Ada sesuatu yang mengikuti Laras pulang dari hutan…
Bayangan yang Mengikuti
CINCINSLOT - Malam itu, seluruh Desa Purnama gempar. Lonceng peringatan berdentang keras, memecah kesunyian. Warga berlarian menutup pintu dan jendela, menyalakan obor, dan berkumpul di balai desa.
Laras yang baru saja tiba di rumah masih gemetar. Ibunya memeluknya erat.
“Laras, apa yang terjadi di hutan?” tanyanya cemas.
Laras terdiam sejenak. Ia ingin bercerita tentang Arkan, tetapi rasa takut dan bingung menahan lidahnya.
Di luar, para pemburu desa berpatroli membawa tombak dan obor. Mereka yakin ada makhluk berbahaya berkeliaran — vampir.
Keesokan paginya, meski masih ketakutan, Laras memutuskan kembali ke Hutan Malam Kelam. Ia ingin memastikan keadaan Arkan — apakah ia masih hidup atau tidak.
Kabut masih menyelimuti pepohonan ketika Laras sampai di tempat mereka bertemu. Ia memanggil pelan:
“Arkan… kau di sana?”
Tak ada jawaban.
Namun tiba-tiba, suara langkah terdengar dari balik pohon besar. Arkan muncul — terlihat lebih kuat, meski wajahnya masih pucat.
Ia menatap Laras dengan heran.
“Kau kembali… setelah tahu siapa aku?”
Laras mengangguk perlahan.
“Aku tahu kau vampir. Tapi… kau tidak menyakitiku.”
Arkan terdiam. Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, ia merasa diperlakukan bukan sebagai monster, melainkan sebagai makhluk yang bisa merasakan sakit dan kesepian.
Ia berkata lirih,
“Manusia selalu memburu kami. Tak pernah ada yang menolong.”
Laras memberanikan diri bertanya:
“Mengapa kau terluka kemarin?”
Arkan menghela napas.
“Aku diserang oleh pemburu vampir. Mereka menganggap semua vampir jahat — tanpa mengenal kami.”
Saat mereka berbincang, terdengar suara langkah banyak orang mendekat — para pemburu desa!
Arkan segera menarik Laras ke balik semak.
“Jika mereka melihatku, mereka akan membunuhku… dan mungkin kau juga.”
Jantung Laras berdegup kencang.
Para pemburu berhenti tepat di dekat tempat mereka bersembunyi. Salah satu dari mereka berkata:
“Aku yakin vampir itu ada di sekitar sini.”
Laras menahan napas. Arkan berdiri di depannya, siap melindunginya jika diperlukan.
Beruntung, para pemburu akhirnya pergi ke arah lain.
Laras menatap Arkan dengan mata penuh ketakutan — tetapi juga penuh kepercayaan.
Arkan berkata pelan,
“Mulai sekarang, kau dalam bahaya karena telah membantuku.”
Laras menggenggam tangannya tanpa sadar.
“Kalau begitu… kita hadapi bersama.”
Saat senja mulai turun, bayangan gelap lain muncul di kejauhan — bukan manusia, bukan pemburu… tetapi vampir lain yang jauh lebih berbahaya sedang mengawasi mereka.
**** Bersambung****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar