Selasa, 10 Februari 2026

Cerita Romantis ( Cinta antara seorang wanita desa dan seorang vampire ) Eps 2


 

CINCINSLOT - Malam semakin pekat ketika Laras membawa Arsen ke sebuah pondok tua di tepi hutan—tempat yang dulu ditinggali neneknya. Di dalam, ia membaringkan Arsen di atas tikar jerami dan membersihkan lukanya dengan air hangat serta ramuan daun hutan.

Arsen, yang biasanya dingin dan tertutup, menatap Laras dengan tatapan yang berbeda—bukan lagi sebagai mangsa, melainkan sebagai seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya.

“Kenapa kau menolongku?” tanya Arsen pelan, suaranya serak.

Laras berhenti sejenak.
“Karena… tidak semua makhluk yang ditakuti pantas dibenci.”

Di luar, bulan purnama bersinar terang. Cahaya peraknya masuk melalui celah jendela, membuat wajah Arsen tampak lebih lembut dari biasanya. Untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun, ia merasakan sesuatu yang hampir terlupakan—kehangatan.

Namun ketenangan itu tak bertahan lama.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki dan obor dari kejauhan. Penduduk desa mulai mencari Arsen, yakin bahwa “makhluk malam” itu masih berkeliaran.

Laras panik.
“Kau harus pergi… sekarang,” katanya sambil membantu Arsen berdiri.

Arsen menggenggam tangan Laras.
“Jika aku pergi, kau bisa dalam bahaya. Tapi jika aku tinggal, mereka akan memburumu.”

Mereka saling menatap dalam keheningan yang penuh perasaan.

Akhirnya Arsen berbisik,
“Aku akan kembali… saat bulan purnama berikutnya. Tunggu aku.”

Dengan satu lompatan cepat, ia menghilang ke dalam kegelapan hutan—meninggalkan Laras sendirian, namun dengan hati yang telah terikat.

Bayangan di Malam Bulan Purnama 


CINCINSLOT - Malam itu, desa tampak sunyi. Hanya terdengar suara angin yang berdesir di antara pepohonan, dan gemerisik daun yang jatuh perlahan.

Laras, wanita desa yang berani dan lembut hatinya, menatap langit malam yang diterangi bulan purnama. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda malam ini.

Tiba-tiba, dari bayangan pepohonan, muncul sosok Arsen, vampir yang selalu menjaga Laras dari jauh. Matanya yang gelap berkilau di bawah sinar bulan, dan senyum tipisnya membuat Laras tersentak sekaligus merasa hangat di hatinya.

“Laras… aku datang,” bisik Arsen dengan suara yang lembut tapi penuh misteri.

Laras menelan ludah. “Arsen… mengapa kau selalu muncul di malam-malam seperti ini? Apakah tidak berbahaya bagi dirimu?”

Arsen melangkah lebih dekat. “Untukmu… tidak ada yang terlalu berbahaya,” katanya sambil menunduk, menutupi tatapan tajamnya. “Tapi… ada sesuatu yang harus kuberitahu malam ini.”

Laras merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. “Apa itu?”

Arsen menghela napas. “Ada vampir pemburu yang datang ke desa ini. Mereka tahu tentang keberadaanku… dan mereka tahu tentangmu, Laras. Aku harus menjagamu, tapi… aku tak bisa melindungimu sendirian.”

Laras menatap Arsen. Tanpa ragu, ia menggenggam tangannya. “Aku bukan gadis yang lemah, Arsen. Jika kita bersama, kita bisa menghadapi mereka.”

Arsen tersenyum tipis, lalu tiba-tiba menarik Laras ke pelukannya. “Aku takut… tapi bersamamu, aku merasa kuat. Jangan pernah tinggalkan aku, Laras.”

Mereka berdua terdiam, hanya terdengar detak jantung dan angin malam. Bulan purnama seolah menyinari mereka dengan cahaya lembut, dan untuk sesaat, dunia di sekitar mereka seakan hilang.

Namun, jauh di hutan, bayangan gelap mengintai. Mata merah bersinar di kegelapan. Malam ini hanyalah awal dari ujian cinta mereka—antara manusia dan vampir.













**** Bersambung****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

πŸ‘‰ Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar