CINCINSLOT - Langit di atas kerajaan Eldoria berubah menjadi gelap meskipun matahari belum sepenuhnya tenggelam. Kabut hitam yang membawa pasukan dunia kegelapan perlahan mendekati tembok kerajaan.
Dari atas menara pengawas, para penjaga melihat pemandangan yang membuat mereka merinding.
Ribuan makhluk bayangan bergerak seperti gelombang kegelapan yang tak berujung.
Mata mereka merah menyala di tengah kabut hitam.
Di halaman istana, para prajurit sudah bersiap.
Pedang terhunus, perisai terangkat, dan panah-panah sudah siap di busur para pemanah.
Arven berdiri di depan gerbang utama bersama para komandan kerajaan.
Ia menatap pasukan gelap yang semakin dekat.
“Kita tidak boleh membiarkan mereka melewati gerbang ini,” katanya tegas.
Di belakangnya, Putri Elara berjalan mendekat.
Gaunnya berkibar tertiup angin malam yang dingin.
Cahaya emas samar mulai muncul di tangannya.
Arven menoleh.
“Elara… ini terlalu berbahaya.”
Elara menggeleng pelan.
“Ini juga kerajaanku.”
Di atas tembok, Raja Altherion berdiri bersama para penjaga.
Ia melihat ke arah pasukan bayangan yang semakin mendekat.
Lalu ia mengangkat tangannya tinggi.
“Pemanah!”
Puluhan pemanah langsung bersiap.
Ketika makhluk bayangan sudah cukup dekat—
Raja berteriak keras.
“LEPASKAN!”
WHOOSH!
Ratusan panah melesat ke udara seperti hujan hitam.
Beberapa makhluk bayangan hancur ketika terkena panah sihir.
Namun sebagian besar dari mereka terus maju tanpa takut.
Gelombang pertama pasukan gelap akhirnya mencapai gerbang kerajaan.
BOOOOM!
Makhluk-makhluk bayangan menghantam gerbang dengan kekuatan besar.
Tembok kerajaan bergetar.
Arven mengangkat pedangnya.
“Prajurit Eldoria!”
Ia menatap semua prajurit di sekitarnya.
“Hari ini kita bertarung bukan hanya untuk kerajaan… tapi untuk dunia kita!”
Para prajurit mengangkat pedang mereka.
“UNTUK ELDORIA!”
Gerbang akhirnya terbuka ketika pasukan kerajaan keluar menyerang.
Pertempuran besar langsung terjadi.
Pedang bertabrakan dengan cakar makhluk bayangan.
Api, sihir, dan suara teriakan memenuhi medan perang.
Di tengah kekacauan itu, Elara mengangkat tangannya.
Cahaya emas besar muncul di sekelilingnya.
WOOOOSH!
Gelombang cahaya menyapu puluhan makhluk bayangan sekaligus.
Para prajurit menatapnya dengan kagum.
Namun di langit yang gelap—
sebuah bayangan raksasa perlahan turun dari awan hitam.
Sayap besar terbentang menutupi cahaya bulan.
Suara yang familiar menggema di udara.
Lord Varyx.
Ia melayang di atas medan perang, menatap Elara dengan senyum dingin.
“Bagus sekali… Putri Dua Dunia.”
Matanya menyala merah.
“Sekarang mari kita lihat… seberapa kuat dirimu sebenarnya.”
Elara menatapnya tanpa mundur.
Pertempuran yang menentukan nasib dua dunia akhirnya benar-benar dimulai.
Duel di Langit Kegelapan
CINCINSLOT - Medan perang di depan gerbang Eldoria dipenuhi suara benturan pedang, teriakan prajurit, dan raungan makhluk bayangan.
Api dari obor dan sihir menerangi malam yang semakin gelap.
Di tengah kekacauan itu, Putri Elara berdiri dengan cahaya emas yang semakin kuat di sekeliling tubuhnya.
Namun semua prajurit tiba-tiba berhenti sejenak ketika bayangan raksasa turun dari langit.
Lord Varyx.
Sayap hitamnya terbentang besar, menutupi cahaya bulan.
Matanya yang merah menyala menatap langsung ke arah Elara.
Ia mendarat dengan keras di tengah medan perang.
BOOOOM!
Tanah retak di sekelilingnya.
Makhluk-makhluk bayangan langsung mundur memberi jalan kepada penguasa mereka.
Arven langsung berdiri di depan Elara.
“Aku akan melawannya.”
Namun Elara menggeleng pelan.
“Tidak, Arven.”
Ia melangkah maju.
“Ini pertarunganku.”
Lord Varyx tertawa pelan.
“Akhirnya… pewaris darah dua dunia berani berdiri di hadapanku.”
Cakar hitamnya mulai dipenuhi energi merah.
“Datanglah.”
Tanpa menunggu lagi, Varyx melesat maju dengan kecepatan luar biasa.
SWOOOSH!
Arven mencoba menyerang dari samping.
CLANG!
Pedangnya bertabrakan dengan cakar Varyx, namun kekuatan makhluk itu terlalu besar.
Arven terpental beberapa meter ke belakang.
“Elara! Hati-hati!”
Namun Elara sudah mengangkat tangannya.
Cahaya emas besar muncul di sekelilingnya seperti badai cahaya.
BOOOOM!
Gelombang energi emas menghantam Varyx dan mendorongnya mundur beberapa langkah.
Pasukan kerajaan yang melihat itu langsung bersorak.
Namun Varyx hanya tertawa.
“Menarik…”
Ia mengangkat tangannya.
Energi kegelapan berkumpul di sekeliling tubuhnya.
Langit tiba-tiba dipenuhi kilatan petir hitam.
CRAAACK!
Sebuah serangan energi besar melesat ke arah Elara.
Elara langsung menciptakan perisai cahaya.
BRAAAK!
Dua kekuatan besar itu bertabrakan di udara, menciptakan ledakan cahaya yang menerangi seluruh medan perang.
Arven menatap dengan tegang.
“Ini bukan pertarungan biasa…”
Elara dan Varyx mulai terbang sedikit ke udara karena kekuatan sihir mereka yang saling bertabrakan.
Cahaya emas melawan kegelapan merah.
Langit di atas Eldoria seperti terbelah oleh dua energi besar.
Varyx menatap Elara dengan senyum licik.
“Kau kuat… tapi masih belum mengerti kekuatanmu sepenuhnya.”
Elara mengepalkan tangannya.
“Aku tidak perlu memahaminya sepenuhnya… untuk menghentikanmu!”
Ia melepaskan gelombang cahaya yang lebih besar dari sebelumnya.
WOOOOOSH!
Varyx terpental ke udara.
Namun ketika kabut hitam di sekitarnya hilang—
ia masih berdiri.
Tidak terluka sedikit pun.
Ia tertawa keras.
“Bagus sekali…”
Matanya menyala semakin terang.
“Tapi sekarang… giliranku menunjukkan kekuatan sebenarnya.”
Langit di atas Eldoria tiba-tiba dipenuhi gerbang kecil berwarna merah yang mulai terbuka satu per satu.
Dari dalamnya muncul ratusan makhluk terbang dari dunia kegelapan.
Arven menatap langit dengan ngeri.
“Tidak… jumlah mereka terlalu banyak…”
Varyx menatap Elara.
“Sekarang pilihlah, Putri Dua Dunia.”
“Selamatkan kerajaanmu…”
“atau lawan aku.”
Elara berdiri di udara, dikelilingi cahaya emas yang bergetar.
Takdir dua dunia kini berada di tangannya.
**** Bersambung****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar