Minggu, 15 Maret 2026

Cerita Romantis ( Janji di Ujung Senja Kerajaan ) eps 10

 

CINCINSLOT Langit di atas Eldoria semakin kacau.

Petir hitam menyambar di antara awan gelap, sementara cahaya emas dari Putri Elara menerangi medan perang yang hampir tenggelam dalam bayangan.

Di udara, Elara dan Lord Varyx masih saling berhadapan.

Sayap cahaya Elara terbentang besar seperti matahari yang bersinar di tengah badai.

Namun Varyx terlihat semakin tenang.

Ia perlahan tersenyum.

“Kau memang kuat… Elara.”

“Tapi semua ini sudah terlambat.”

Elara menatapnya dengan curiga.

“Apa maksudmu?”

Varyx mengangkat kedua tangannya tinggi ke langit.

Energi kegelapan yang sangat besar berkumpul di sekeliling tubuhnya.

Di bawah mereka, tanah mulai bergetar.

BOOOOOM…

Sebuah suara besar terdengar dari dalam tanah kerajaan.

Para prajurit Eldoria mulai panik.

“Gempa?!”

Namun ini bukan gempa biasa.

Di tengah medan perang, tepat di luar gerbang kerajaan—

tanah mulai retak besar.

Retakan itu menyebar seperti jaring hitam.

Cahaya merah gelap mulai keluar dari dalamnya.

Arven yang berada di bawah langsung menatap dengan ngeri.

“Tidak mungkin…”

Tiba-tiba—

CRAAACK!

Tanah itu pecah terbuka.

Sebuah gerbang raksasa dari dunia kegelapan muncul dari dalam bumi.

Gerbang itu jauh lebih besar dari gerbang-gerbang kecil sebelumnya.

Kabut hitam keluar seperti badai.

Makhluk-makhluk bayangan yang jauh lebih besar mulai berjalan keluar dari dalamnya.

Beberapa di antaranya setinggi menara.

Para prajurit mundur ketakutan.

“Monster apa itu?!”

Di udara, Varyx tertawa keras.

“Selamat datang di awal kehancuran dunia manusia.”

Ia menatap Elara.

“Ini adalah Gerbang Dua Dunia yang sebenarnya.”

“Begitu gerbang ini terbuka sepenuhnya…”

“dunia kegelapan dan dunia manusia akan menjadi satu.”

Elara menatap gerbang raksasa itu dengan wajah tegang.

Cahaya di tubuhnya bergetar.

Ia akhirnya mengerti.

Semua pertempuran ini hanyalah bagian dari rencana Varyx untuk membuka gerbang itu.

Di bawah, Arven berteriak ke arah langit.

“Elara! Kita harus menutup gerbang itu sekarang!”

Namun Varyx tiba-tiba muncul tepat di depan Elara.

Dengan kecepatan luar biasa, ia menyerang.

SLASH!

Cakar hitamnya mengenai sayap cahaya Elara.

Elara terpental keras.

Ia jatuh ke tanah dekat gerbang yang terbuka.

Varyx mendarat perlahan di depan gerbang raksasa itu.

Kabut hitam berputar di sekelilingnya seperti badai.

Ia menatap Elara yang mencoba berdiri.

“Sekarang pilihlah, Putri Dua Dunia.”

Ia menunjuk ke arah gerbang yang terus terbuka lebih lebar.

“Kau bisa mencoba menutup gerbang itu…”

“atau melawanku.”

Elara berdiri perlahan.

Cahaya emas di tubuhnya kembali menyala.

Ia menatap Varyx dengan tekad yang jauh lebih kuat.

“Aku akan melakukan keduanya.”

Langit Eldoria kembali bergetar.

Karena pertempuran terakhir untuk nasib dua dunia akan segera dimulai.

Pertempuran Terakhir Cahaya dan Kegelapan

CINCINSLOT Gerbang raksasa dari dunia kegelapan kini berdiri terbuka di tengah medan perang Eldoria.

Kabut hitam keluar tanpa henti seperti badai yang menelan cahaya. Dari dalamnya, makhluk-makhluk raksasa mulai melangkah keluar, mengguncang tanah setiap kali kaki mereka menyentuh bumi.

Para prajurit Eldoria mundur perlahan.

Di depan gerbang itu berdiri Lord Varyx, penguasa kegelapan.

Sayap hitamnya terbentang seperti bayangan yang menutupi langit.

Di hadapannya, Putri Elara berdiri dengan sayap cahaya yang masih bersinar terang, meskipun tubuhnya mulai kelelahan setelah pertarungan panjang.

Angin kencang berputar di antara mereka.

Pertempuran terakhir akan dimulai.

Varyx menatap Elara dengan senyum dingin.

“Gerbang itu sudah terbuka, Elara. Dunia ini sudah kalah.”

Elara mengepalkan tangannya.

Cahaya emas kembali menyala kuat di tubuhnya.

“Selama aku masih berdiri… dunia ini belum kalah.”

Di bawah mereka, Arven melihat Elara bersiap bertarung sekali lagi.

“Semua prajurit! Lindungi Elara!” teriaknya.

Para prajurit Eldoria kembali mengangkat pedang mereka dan menghadang makhluk-makhluk bayangan yang keluar dari gerbang.

Sementara itu di udara—

Varyx melesat maju dengan kecepatan luar biasa.

SWOOOSH!

Cakar hitamnya menghantam Elara.

Namun Elara menangkis dengan pedang cahaya yang muncul dari tangannya.

CLAAANG!

Benturan itu menciptakan gelombang energi yang mengguncang seluruh medan perang.

Petir hitam dan cahaya emas saling bertabrakan di langit.

Elara mengepakkan sayapnya dan melesat lebih tinggi.

Ia mengumpulkan seluruh kekuatan di tubuhnya.

Cahaya yang sangat terang mulai berkumpul di tangannya.

Di bawah, Arven melihat langit berubah menjadi seperti matahari kedua.

“Elara… apa yang kau lakukan…?”

Namun Elara sudah mengambil keputusan.

Ia menatap gerbang raksasa itu.

“Kalau gerbang ini yang membawa kehancuran…”

“maka aku akan menutupnya.”

Varyx menyadari apa yang akan dilakukan Elara.

Matanya membesar.

“Tidak… kau tidak berani!”

Namun Elara tidak ragu.

Ia terbang lurus menuju Gerbang Dua Dunia.

Cahaya emas dari tubuhnya semakin besar, seperti bintang yang jatuh dari langit.

Varyx langsung mengejarnya.

“ELARA!”

Ia mencoba menghentikannya dengan serangan kegelapan besar.

Namun Elara tidak berhenti.

Dengan seluruh kekuatannya—

ia melepaskan cahaya besar langsung ke inti gerbang.

BOOOOOOOOOOM!

Ledakan cahaya raksasa menerangi seluruh langit Eldoria.

Gerbang dunia kegelapan mulai retak.

Kabut hitam berputar dengan liar.

Varyx berteriak marah.

“Kau akan menghancurkan dirimu sendiri!”

Elara menatapnya dengan senyum lembut.

“Jika itu harga untuk menyelamatkan dunia ini…”

Cahaya di tubuhnya semakin terang.

“…maka aku tidak takut.”

Gerbang raksasa itu mulai runtuh.

Namun di tengah ledakan cahaya—

tubuh Elara perlahan menghilang di dalam energi itu.

Arven yang melihat dari bawah berteriak putus asa.

“ELARAAAA!”

Langit Eldoria dipenuhi cahaya yang sangat terang.

Dan nasib dua dunia kini berada di detik terakhirnya.









**** Bersambung****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar