CINCINSLOT - Angin di hutan berputar semakin kencang.
Cahaya-cahaya aneh mulai bermunculan di antara pepohonan, membentuk lingkaran-lingkaran besar yang berpendar biru keunguan.
Satu… dua… lalu puluhan.
Seperti mata yang terbuka di dalam kegelapan.
Lyra mundur perlahan, matanya membesar.
“Apa… ini semua…?”
Kael menggenggam tangannya lebih erat.
“Gerbang.”
Suaranya terdengar tegang.
“Dan itu artinya… mereka sudah menemukan kita.”
Seolah menjawab kata-kata itu—
dari salah satu gerbang, muncul tangan hitam yang merangkak keluar.
Disusul sosok bayangan dengan mata merah menyala.
Lalu dari gerbang lain… lebih banyak lagi.
Lyra menahan napas.
“Mereka… sebanyak itu…?”
Kael menariknya mendekat.
“Kita tidak punya banyak waktu.”
Ia melihat ke sekeliling.
Semua jalan keluar sudah tertutup oleh gerbang yang terus bermunculan.
“Kalau kita tetap di sini… kita akan terkepung.”
Lyra panik.
“Lalu kita harus bagaimana?!”
Kael menatap satu gerbang yang berbeda dari yang lain.
Cahayanya lebih stabil.
Lebih terang.
“Itu jalan kita.”
Lyra mengikuti arah pandangnya.
“Masuk ke sana…?”
Kael mengangguk.
“Itu gerbang menuju Eryndor.”
Lyra terdiam.
Masuk ke dunia lain…
Meninggalkan semua yang ia kenal.
Namun sebelum ia sempat menjawab—
RAAAARGH!
Makhluk bayangan menyerang.
Kael langsung menarik Lyra dan menghindar.
SLASH!
Cakar makhluk itu nyaris mengenai mereka.
Kael mencoba melawan, tapi tubuhnya masih lemah.
“Cepat, Lyra!”
Lyra menggenggam tangannya erat.
Matanya dipenuhi ketakutan.
Namun juga… keberanian.
“Aku percaya padamu.”
Kael terdiam sejenak.
Lalu tersenyum tipis.
“Pegang erat.”
Mereka berlari menuju gerbang cahaya.
Makhluk-makhluk bayangan mengejar dari belakang.
Langkah mereka semakin cepat.
Gerbang itu semakin dekat.
Namun tepat sebelum mereka mencapainya—
makhluk bermata merah yang tadi muncul kembali di hadapan mereka.
Lebih cepat dari yang lain.
Lebih kuat.
“Kalian tidak akan pergi ke mana pun.”
Ia mengangkat tangannya.
Energi gelap berkumpul.
Kael langsung berdiri di depan Lyra.
Namun—
Lyra melangkah maju.
“Tidak.”
Cahaya kembali muncul di tangannya.
Lebih terang dari sebelumnya.
Makhluk itu terkejut.
“Kekuatan itu lagi…?”
Lyra mengangkat tangannya.
“Pergilah!”
BOOOOM!
Ledakan cahaya besar menghantam makhluk itu, mendorongnya mundur.
Jalan menuju gerbang terbuka.
Kael tidak membuang waktu.
Ia menarik Lyra.
“Sekarang!”
Mereka melompat masuk ke dalam cahaya.
Dalam sekejap—
semuanya berubah.
Hutan menghilang.
Kegelapan lenyap.
Dan tubuh mereka terasa seperti jatuh… namun tanpa menyentuh apa pun.
Lyra menutup matanya.
Angin berputar di sekelilingnya.
Cahaya menyelimuti seluruh tubuhnya.
Dan untuk pertama kalinya—
ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.
Seperti… pulang ke tempat yang seharusnya.
Kael menatapnya di tengah cahaya itu.
Ekspresinya berubah.
“Jadi benar…”
“Lyra… kau memang bukan dari satu dunia saja.”
Cahaya semakin terang.
Dan dalam sekejap—
mereka menghilang dari dunia manusia.
Menuju takdir yang tidak bisa mereka hindari.
Kota Cahaya yang Terluka
CINCINSLOT - Cahaya dari gerbang perlahan menghilang.
Lyra terjatuh berlutut saat kakinya menyentuh tanah yang asing.
Udara di sekitarnya terasa berbeda.
Lebih ringan… namun juga lebih dingin.
Ia mengangkat kepalanya perlahan.
Dan apa yang ia lihat membuatnya terdiam.
Langit di dunia ini berwarna keemasan, seolah matahari tidak pernah benar-benar tenggelam.
Bangunan-bangunan tinggi berdiri megah, terbuat dari batu putih berkilau, dengan ukiran-ukiran indah yang memancarkan cahaya lembut.
Namun keindahan itu… tidak sempurna.
Beberapa bagian kota terlihat hancur.
Dinding retak.
Menara runtuh.
Dan di kejauhan—
asap hitam masih membumbung ke langit.
“Ini… Eryndor…” bisik Kael.
Lyra berdiri perlahan.
Matanya penuh takjub… sekaligus takut.
“Dunia ini… indah sekali…”
Namun kemudian ia melihat sesuatu di tanah.
Jejak hitam.
Seperti bekas terbakar oleh kegelapan.
Kael mengepalkan tangannya.
“Mereka sudah sampai di sini…”
Lyra menatapnya.
“Maksudmu… makhluk itu?”
Kael mengangguk.
“Sebelum aku melarikan diri ke duniamu… perang sudah dimulai di sini.”
Suasana menjadi hening.
Tiba-tiba—
suara langkah kaki terdengar dari balik reruntuhan.
Kael langsung siaga.
Ia menarik Lyra ke belakangnya.
“Siapa di sana?!” teriaknya.
Beberapa sosok muncul dari balik bayangan.
Manusia… tapi berbeda.
Mata mereka bersinar lembut, dan sebagian dari mereka memiliki sayap cahaya kecil di punggungnya.
Lyra tertegun.
“Mereka…”
Salah satu dari mereka maju ke depan.
Seorang wanita dengan rambut perak panjang dan tatapan tajam.
“Kael…”
Nada suaranya penuh emosi.
“Kau masih hidup.”
Kael terlihat terkejut.
“Seren…?”
Wanita itu—Seren—langsung mendekat.
Namun tatapannya kemudian beralih ke Lyra.
Dan ia langsung berhenti.
Ekspresinya berubah.
Terkejut… lalu waspada.
“Siapa dia?”
Kael menjawab pelan.
“Dia… menyelamatkanku.”
Seren menatap Lyra dalam-dalam.
Matanya seperti mencoba membaca sesuatu.
Tiba-tiba—
cahaya kecil muncul di tangan Lyra.
Refleks.
Sama seperti sebelumnya.
Semua orang di sana langsung terdiam.
Salah satu dari mereka berbisik pelan—
“Itu… kekuatan kerajaan cahaya…”
Seren melangkah mendekat, perlahan.
Tatapannya kini jauh lebih serius.
“Kau…”
Ia berhenti tepat di depan Lyra.
“Bagaimana mungkin manusia dari dunia lain… memiliki kekuatan ini?”
Lyra tidak bisa menjawab.
Karena ia sendiri tidak tahu.
Namun sebelum suasana semakin tegang—
DUUUM!
Tanah tiba-tiba bergetar keras.
Semua orang langsung menoleh ke arah kota.
Di kejauhan—
langit mulai retak oleh cahaya merah gelap.
Kabut hitam muncul dari celah-celah udara.
Kael langsung menatap dengan tegang.
“Mereka datang…”
Seren mengangkat tangannya.
“Semua bersiap!”
Para penjaga bersayap langsung mengeluarkan senjata cahaya mereka.
Lyra menatap langit yang mulai berubah.
Jantungnya berdegup kencang.
Ia baru saja tiba di dunia ini…
dan perang sudah menunggunya.
Kael menatap Lyra.
“Kau ingin tahu siapa dirimu, kan?”
Lyra menelan napas.
Kael menatap ke arah langit yang retak.
“Jawabannya… ada di tengah perang ini.”
Cahaya dan kegelapan kembali bertabrakan di langit Eryndor.
Dan tanpa mereka sadari—
takdir Lyra di dunia ini baru saja dimulai.
**** Bersambung ****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar