Senin, 16 Februari 2026

Cerita Romantis ( Cinta antara seorang wanita desa dan seorang vampire ) Eps 7




CINCINSLOT - Hutan belum sepenuhnya pulih dari pertempuran. Bau asap dan logam masih menggantung di udara malam. Namun suasana kini berbeda — bukan lagi kekacauan, melainkan kewaspadaan.

Laras berdiri di tengah lingkaran batu kuno di wilayah klan. Simbol-simbol tua bercahaya samar di tanah — lambang keseimbangan antara cahaya dan bayangan.

Arsen berdiri tak jauh darinya, bahunya sudah dibalut kain hitam. Matanya tak pernah lepas dari Laras.

Pemimpin klan melangkah mendekat.
“Jika kau benar Darah Bulan… maka kekuatanmu bukan untuk menghancurkan. Tapi untuk menyeimbangkan.”

Laras menutup mata.

Ia menarik napas perlahan. Kali ini bukan amarah yang ia rasakan, bukan juga ketakutan. Yang muncul justru ketenangan… seperti suara sungai di desanya dulu.

Cahaya merah dan perak mulai menyatu di sekeliling tubuhnya.

Tanah tidak lagi bergetar liar — melainkan berdenyut lembut, mengikuti detak jantungnya.

Arsen berbisik pelan,
“Kau mengendalikannya…”

Tiba-tiba bayangan muncul di tepi hutan.

Pemimpin pemburu berdiri di sana, kali ini tanpa pasukan. Topeng peraknya memantulkan cahaya bulan.

“Aku ingin melihat sendiri,” katanya dingin. “Apakah legenda itu layak ditakuti.”

Arsen langsung bergerak maju, tapi Laras mengangkat tangannya menghentikannya.

“Biarkan aku.”

Ia melangkah ke depan. Tidak ada pusaran badai, tidak ada ledakan energi.

Hanya cahaya bulan yang mengikuti langkahnya.

Pemimpin pemburu menghunus pedang perak dan menyerang cepat. Namun sebelum bilah itu menyentuh Laras—

Cahaya perak dari tubuh Laras menyebar seperti riak air.

Pedang itu berhenti beberapa inci dari dadanya, seolah tertahan oleh dinding tak terlihat.

Laras menatap pria itu tanpa kebencian.

“Kau takut pada apa yang tidak kau pahami,” ucapnya lembut.

Energi bulan merambat ke pedang, membuatnya retak perlahan… lalu hancur menjadi serpihan cahaya.

Pemimpin pemburu terdiam. Untuk pertama kalinya, tidak ada kemarahan di matanya — hanya keraguan.

“Apa kau akan membunuhku?” tanyanya lirih.

Laras menurunkan tangannya.

“Aku bukan monster. Dan aku bukan senjata.”

Ia berbalik, kembali ke sisi Arsen.

“Pergilah. Dan katakan pada mereka — perang ini bisa berakhir.”

Pemimpin pemburu mundur perlahan… lalu menghilang ke dalam gelap.

Hutan menjadi sunyi.

Pemimpin klan vampir menatap Laras dengan kagum yang tak lagi tersembunyi.

“Kau tidak memilih kekuatan… kau memilih kendali.”

Arsen memegang tangan Laras, matanya penuh bangga.

“Kau bukan hanya Darah Bulan,” bisiknya.
“Kau adalah harapan.”

Bulan kini kembali berwarna perak lembut.

Namun jauh di cakrawala… awan gelap perlahan berkumpul.

Seolah dunia sedang mempersiapkan ujian yang jauh lebih besar.

Sumpah di Bawah Gerhana

CINCINSLOT - Langit malam berubah aneh.

Bulan perlahan tertutup bayangan gelap. Gerhana datang lebih cepat dari perkiraan Arsen. Angin berputar liar di sekitar hutan tua tempat Laras dan Arsen berdiri berhadapan dengan Dewan Vampir.

Tanah bergetar pelan.

Laras menggenggam tangan Arsen. Kini ia bukan lagi gadis desa yang rapuh. Darah vampir mengalir dalam dirinya — namun hatinya tetap manusia.

Di hadapan mereka berdiri pemimpin Dewan, sosok tinggi berjubah perak.

“Laras,” suaranya menggema.
“Darahmu tidak murni. Kau bukan manusia sepenuhnya. Bukan vampir sepenuhnya. Kau pelanggaran hukum kuno.”

Arsen melangkah maju.
“Kalau itu kesalahannya, maka aku yang harus dihukum.”

“Diam!” bentak salah satu anggota Dewan. “Cinta antara manusia dan vampir dilarang sejak perjanjian abad ke-17.”

Laras menatap mereka tanpa gentar.
“Aku tidak meminta menjadi seperti ini. Tapi aku tidak menyesal mencintainya.”

Gerhana mencapai puncaknya. Cahaya merah menyelimuti hutan.

Tiba-tiba tubuh Laras terasa panas. Simbol kuno di pergelangan tangannya bersinar terang. Energi asing bergetar dari dalam dirinya, lebih kuat dari sebelumnya.

Arsen terkejut.
“Itu… Tanda Darah Bulan.”

Pemimpin Dewan mundur setengah langkah.
“Mustahil. Tanda itu hanya muncul pada vampir yang ditakdirkan mengubah keseimbangan.”

Laras terengah. Kilasan-kilasan penglihatan memenuhi pikirannya — peperangan lama antara manusia dan vampir, pengkhianatan, perjanjian darah, dan ramalan tentang seorang hibrida yang akan mengakhiri permusuhan atau menghancurkan kedua dunia.

Energi meledak dari tubuhnya, memaksa Dewan terpental beberapa meter.

Arsen memeluknya agar ia tidak jatuh.
“Laras… kau berbeda dari kami semua.”

Nafas Laras memburu.
“Kalau takdirku menghancurkan dunia… maka aku akan menciptakan takdirku sendiri.”

Pemimpin Dewan bangkit dengan wajah murka.
“Kalau begitu, pilih sekarang. Dewan… atau pria itu.”

Hening.

Gerhana mulai berlalu, namun keputusan harus dibuat sebelum cahaya bulan kembali.

Laras menatap Arsen. Di matanya tak ada penyesalan, hanya cinta.

Ia melangkah dan berdiri di sisi Arsen.

“Aku memilih cinta. Dan jika dunia menolak kami… maka dunia yang harus berubah.”

Hutan berguncang lagi. Tapi kali ini, bukan karena ancaman — melainkan karena sesuatu yang lebih besar telah bangkit.

Dewan Vampir menyadari satu hal:

Perang yang mereka takutkan selama berabad-abad… mungkin baru saja dimulai.









**** Bersambung****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

πŸ‘‰ Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar