Rabu, 25 Maret 2026

Cerita Romantis ( Pewaris dari Dua Alam ) eps 1

 

CINCINSLOT Langit sore di desa kecil itu tampak biasa.

Angin berhembus pelan, membawa aroma tanah dan dedaunan basah setelah hujan.

Namun bagi Aruna, hari itu terasa berbeda.

Ia berdiri di tepi sungai, menatap bayangannya di permukaan air.

“Aneh…” bisiknya pelan.

Bayangannya… tidak sepenuhnya mengikuti gerakannya.

Sesaat, ia melihat sesuatu yang lain.

Seperti cahaya tipis yang berdenyut di dalam dirinya.

Aruna mengedipkan mata.

Bayangan itu kembali normal.

“Perasaanku saja…?”

Namun sebelum ia sempat berpaling—

riak air tiba-tiba membesar.

Seolah ada sesuatu yang bergerak dari dalam.

Aruna mundur satu langkah.

“Ada apa ini…?”

Air sungai berputar membentuk lingkaran kecil.

Dan dari tengahnya—

muncul kilatan cahaya kebiruan.

Aruna terdiam.

Jantungnya berdetak cepat.

“Ini… tidak mungkin…”

Cahaya itu perlahan membesar.

Lalu—

sebuah suara terdengar.

Lembut.

Namun menggema di dalam kepalanya.

“Aruna…”

Ia membeku.

Matanya membesar.

“Siapa itu?!”

Ia melihat ke sekeliling.

Tidak ada siapa pun.

Namun suara itu kembali.

“Kau… akhirnya menemukannya…”

Aruna menggenggam tangannya erat.

“Menemukan apa?!”

Cahaya di sungai semakin terang.

Dan tiba-tiba—

sebuah bayangan muncul di dalamnya.

Seseorang.

Sosok tinggi dengan jubah panjang dan mata bercahaya.

Aruna mundur.

“Apa kau… manusia?”

Sosok itu tersenyum samar.

“Aku bukan dari duniamu.”

Jawaban itu membuat napas Aruna tertahan.

“Dunia… lain…?”

Sosok itu mengangguk perlahan.

“Ada dua alam yang saling terhubung… dan terpisah.”

“Dan kau…”

Ia menatap Aruna dalam-dalam.

“…adalah jembatannya.”

Aruna menggeleng.

“Tidak… ini tidak masuk akal…”

Namun tiba-tiba—

kepalanya terasa sakit.

Bayangan aneh muncul.

Langit yang berbeda.

Istana yang bersinar.

Dan sosok wanita yang memeluknya dengan hangat.

“Anakku…”

Aruna terjatuh berlutut.

“Apa ini…?”

Air matanya jatuh tanpa ia sadari.

Sosok di dalam cahaya itu mendekat.

“Terlalu cepat… ingatanmu mulai bangkit…”

Aruna menatapnya dengan napas gemetar.

“Siapa aku sebenarnya…?”

Sosok itu terdiam sejenak.

Lalu menjawab pelan—

“Kau adalah… Pewaris dari Dua Alam.”

Angin tiba-tiba berhembus kencang.

Langit yang tadinya tenang berubah mendung.

Cahaya di sungai mulai bergetar.

Seolah sesuatu akan terjadi.

Sosok itu menatap ke arah langit.

“Waktu kita tidak banyak…”

Aruna panik.

“Apa maksudmu?!”

Namun sebelum ia mendapat jawaban—

DUUUM!

Suara keras menggema dari kejauhan.

Tanah bergetar.

Burung-burung terbang ketakutan.

Aruna menoleh.

Di balik hutan—

langit tampak retak.

Seperti kaca yang pecah.

Dari retakan itu, muncul kabut hitam.

Perlahan… tapi pasti.

Sosok itu mengepalkan tangannya.

“Mereka… sudah menemukanmu.”

Aruna mundur perlahan.

“Siapa mereka…?”

Namun kali ini—

tidak ada jawaban.

Cahaya di sungai mulai memudar.

Sosok itu menghilang.

Meninggalkan satu kalimat terakhir—

“Jika kau ingin selamat… temukan gerbangnya.”

Aruna berdiri gemetar.

Menatap langit yang retak.

Dunia yang ia kenal…

mulai berubah.

Dan tanpa ia sadari—

takdirnya telah dimulai.

Gerbang yang Terbuka

CINCINSLOT Langit di atas desa kini tidak lagi tenang.

Retakan itu semakin jelas.

Seperti luka di langit yang terus melebar.

Kabut hitam keluar perlahan, menjalar seperti akar yang hidup.

Di tepi sungai, Aruna berdiri dengan napas tak teratur.

Semua yang terjadi… terlalu cepat.

“Tadi… itu bukan mimpi…”

Ia menatap air yang kini kembali tenang.

Tidak ada cahaya.

Tidak ada sosok.

Seolah semuanya hilang begitu saja.

Namun—

DUUM!

Tanah kembali bergetar.

Aruna menoleh ke arah hutan.

Retakan di langit kini mengeluarkan sesuatu.

Bayangan.

Bergerak.

Perlahan… turun ke bumi.

Jantungnya berdegup kencang.

“Mereka…?”

Kata itu terlintas di pikirannya.

Tanpa sadar, ia melangkah mundur.

Namun kakinya tersandung batu—

dan ia terjatuh.

Saat ia mencoba bangkit—

sesuatu sudah berdiri di depannya.

Makhluk tinggi dengan tubuh seperti bayangan.

Matanya merah menyala.

Aruna membeku.

Tubuhnya tidak bisa bergerak.

Makhluk itu menunduk, menatapnya.

“Ditemukan…”

Suaranya berat dan bergema.

Aruna gemetar.

“A-apa yang kau inginkan…?”

Makhluk itu mengangkat tangannya.

Energi gelap berkumpul di telapak tangannya.

“Pewaris… harus kembali…”

Aruna menutup matanya.

Namun—

SWOOOOSH!

Sebuah cahaya melesat cepat.

CLANG!

Serangan makhluk itu terpental.

Aruna membuka matanya.

Di depannya—

seseorang berdiri.

Seorang pemuda dengan pakaian asing, membawa pedang bercahaya.

Matanya tajam, namun tenang.

“Menjauh darinya,” ucapnya dingin.

Makhluk bayangan itu mendesis.

“Pengganggu…”

Pemuda itu tidak menjawab.

Dalam sekejap—

ia melesat maju.

SLASH!

Pedangnya menebas makhluk itu.

Tubuh bayangan itu terpecah—

lalu menghilang menjadi asap hitam.

Hening.

Aruna masih terduduk di tanah.

Napasnya tercekat.

Pemuda itu menoleh padanya.

“Kau tidak terluka?”

Aruna menggeleng pelan.

“Siapa… kamu?”

Pemuda itu terdiam sejenak.

Lalu menjawab—

“Aku penjaga gerbang.”

Ia mengulurkan tangannya.

“Dan kau… harus ikut denganku.”

Aruna ragu.

“Kenapa aku harus percaya padamu?”

Pemuda itu menatapnya serius.

“Karena kalau kau tetap di sini…”

Ia melirik ke arah langit yang retak.

“…mereka akan terus datang.”

Seolah membenarkan ucapannya—

suara gemuruh kembali terdengar.

Beberapa bayangan lain mulai turun dari langit.

Aruna menelan ludah.

Ia melihat ke arah desa.

Ke rumahnya.

Ke dunia yang ia kenal.

Lalu kembali menatap tangan yang diulurkan padanya.

Pilihan itu… datang terlalu cepat.

Namun ia tahu—

ia tidak punya banyak waktu.

Perlahan, Aruna meraih tangan itu.

Pemuda itu langsung menariknya berdiri.

“Pegang erat.”

“Kenapa—”

Namun sebelum Aruna selesai bicara—

pemuda itu mengangkat pedangnya.

Cahaya terang muncul.

Tanah di depan mereka terbelah—

membentuk lingkaran cahaya.

Sebuah gerbang.

Angin berputar di sekitarnya.

Aruna membelalakkan mata.

“Ini…?”

Pemuda itu menatap ke depan.

“Gerbang menuju dunia lain.”

Makhluk bayangan mulai mendekat.

Lebih banyak.

Lebih cepat.

Pemuda itu menggenggam tangan Aruna lebih erat.

“Sekarang atau tidak sama sekali.”

Aruna menarik napas dalam.

Lalu—

mengangguk.

Mereka melangkah bersama.

Masuk ke dalam cahaya.

Dan dalam sekejap—

dunia di sekitar mereka menghilang.

Ketika Aruna membuka matanya—

ia tidak lagi berada di desanya.

Langit di atasnya berbeda.

Lebih terang.

Lebih luas.

Dan di kejauhan—

terlihat sebuah kota besar yang bersinar seperti cahaya.

Aruna terdiam.

“Aku… di mana ini…?”

Pemuda itu berdiri di sampingnya.

“Selamat datang…”

Ia menatap kota itu.

“…di Alam Kedua.”

Aruna menatapnya.

Jantungnya berdegup kencang.

Perjalanan sebenarnya—

baru saja dimulai.








**** Bersambung ****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar