CINCINSLOT - Langit Eryndor terbelah sepenuhnya.
Bukan lagi retakan kecil.
Namun jurang besar yang menganga, menghubungkan dunia ini dengan kegelapan tanpa batas.
Angin berhenti.
Waktu seakan melambat.
Di tengah kehancuran itu, Lyra berdiri dengan cahaya yang kini stabil dan tenang.
Sayapnya bersinar lembut.
Namun kekuatan yang terpancar darinya… jauh lebih besar dari sebelumnya.
Di hadapannya—
Penguasa Kegelapan melayang dengan aura yang semakin mengerikan.
Di belakangnya, bayangan raksasa terus membesar.
Seolah seluruh kegelapan dunia berkumpul di satu titik.
“Ini akhirnya,” ucapnya dalam suara yang menggema.
“Dunia ini akan kembali ke kehampaan.”
Kael berdiri di belakang Lyra, menahan rasa sakit di tubuhnya.
“Lyra… ini bukan pertarungan biasa…”
Seren juga bersiap, meski masih terluka.
“Ini… penentuan segalanya.”
Lyra menarik napas perlahan.
Matanya terpejam sesaat.
Lalu terbuka—
penuh keyakinan.
“Aku tahu.”
Ia melangkah maju.
Setiap langkahnya memancarkan cahaya yang memperbaiki tanah di sekitarnya.
Retakan perlahan menutup.
Udara kembali terasa hidup.
“Aku tidak akan menghancurkan kegelapan…”
Suaranya tenang.
“…tapi aku akan menghentikannya.”
Penguasa Kegelapan tertawa pelan.
“Masih dengan keyakinan itu?”
Ia mengangkat kedua tangannya.
Langit di atasnya langsung berubah total menjadi gelap.
Bahkan cahaya Lyra hampir tertelan.
“Kalau begitu… biarkan aku tunjukkan padamu keputusasaan sejati.”
Dalam sekejap—
seluruh kegelapan itu bergerak.
Seperti gelombang besar yang akan menelan segalanya.
RAAAAAAAAH!!!
Makhluk bayangan dalam jumlah tak terhitung keluar dari jurang langit.
Pasukan kegelapan terakhir.
Seren langsung berseru—
“Semua bertahan!”
Para penjaga cahaya kembali maju.
Namun jumlah musuh kali ini… jauh lebih besar.
Kael menggenggam pedangnya.
“Aku akan membuka jalan!”
Ia berlari ke depan, menebas satu demi satu makhluk bayangan.
Meski tubuhnya hampir tidak sanggup lagi.
Lyra menatap ke arah itu.
Lalu ke arah langit.
Ia tahu—
ini bukan tentang mengalahkan satu musuh.
Tapi menghentikan sumbernya.
Ia melayang perlahan ke udara.
Cahaya di tubuhnya mulai berkumpul.
Lebih besar.
Lebih luas.
Seolah menjangkau seluruh dunia.
Penguasa Kegelapan menatapnya.
“Akhirnya… kau serius.”
Lyra mengangkat tangannya.
Langit keemasan perlahan muncul kembali di balik kegelapan.
“Ini bukan hanya kekuatanku…”
Suaranya menggema.
“…ini adalah harapan dari dua dunia.”
Cahaya besar mulai terbentuk di atasnya.
Seperti matahari baru.
Namun Penguasa Kegelapan tidak tinggal diam.
Ia juga mengangkat tangannya.
Seluruh kegelapan berkumpul menjadi satu.
Lebih pekat.
Lebih dalam dari apa pun.
Dua kekuatan besar kini saling berhadapan.
Cahaya dan kegelapan.
Harapan dan kehancuran.
Kael menatap ke atas, napasnya berat.
“Lyra…”
Seren berbisik pelan.
“Ini… akan menentukan segalanya…”
Lyra menatap lurus ke depan.
Ke arah musuh yang menghancurkan masa lalunya.
Yang mengancam masa depan semua dunia.
Ia mengingat satu hal—
pilihannya.
Dan ia tersenyum tipis.
“Ayo… kita akhiri ini.”
Serangan Terakhir Dimulai
CINCINSLOT - Langit Eryndor terbelah sepenuhnya.
Bukan lagi retakan kecil.
Namun jurang besar yang menganga, menghubungkan dunia ini dengan kegelapan tanpa batas.
Angin berhenti.
Waktu seakan melambat.
Di tengah kehancuran itu, Lyra berdiri dengan cahaya yang kini stabil dan tenang.
Sayapnya bersinar lembut.
Namun kekuatan yang terpancar darinya… jauh lebih besar dari sebelumnya.
Di hadapannya—
Penguasa Kegelapan melayang dengan aura yang semakin mengerikan.
Di belakangnya, bayangan raksasa terus membesar.
Seolah seluruh kegelapan dunia berkumpul di satu titik.
“Ini akhirnya,” ucapnya dalam suara yang menggema.
“Dunia ini akan kembali ke kehampaan.”
Kael berdiri di belakang Lyra, menahan rasa sakit di tubuhnya.
“Lyra… ini bukan pertarungan biasa…”
Seren juga bersiap, meski masih terluka.
“Ini… penentuan segalanya.”
Lyra menarik napas perlahan.
Matanya terpejam sesaat.
Lalu terbuka—
penuh keyakinan.
“Aku tahu.”
Ia melangkah maju.
Setiap langkahnya memancarkan cahaya yang memperbaiki tanah di sekitarnya.
Retakan perlahan menutup.
Udara kembali terasa hidup.
“Aku tidak akan menghancurkan kegelapan…”
Suaranya tenang.
“…tapi aku akan menghentikannya.”
Penguasa Kegelapan tertawa pelan.
“Masih dengan keyakinan itu?”
Ia mengangkat kedua tangannya.
Langit di atasnya langsung berubah total menjadi gelap.
Bahkan cahaya Lyra hampir tertelan.
“Kalau begitu… biarkan aku tunjukkan padamu keputusasaan sejati.”
Dalam sekejap—
seluruh kegelapan itu bergerak.
Seperti gelombang besar yang akan menelan segalanya.
RAAAAAAAAH!!!
Makhluk bayangan dalam jumlah tak terhitung keluar dari jurang langit.
Pasukan kegelapan terakhir.
Seren langsung berseru—
“Semua bertahan!”
Para penjaga cahaya kembali maju.
Namun jumlah musuh kali ini… jauh lebih besar.
Kael menggenggam pedangnya.
“Aku akan membuka jalan!”
Ia berlari ke depan, menebas satu demi satu makhluk bayangan.
Meski tubuhnya hampir tidak sanggup lagi.
Lyra menatap ke arah itu.
Lalu ke arah langit.
Ia tahu—
ini bukan tentang mengalahkan satu musuh.
Tapi menghentikan sumbernya.
Ia melayang perlahan ke udara.
Cahaya di tubuhnya mulai berkumpul.
Lebih besar.
Lebih luas.
Seolah menjangkau seluruh dunia.
Penguasa Kegelapan menatapnya.
“Akhirnya… kau serius.”
Lyra mengangkat tangannya.
Langit keemasan perlahan muncul kembali di balik kegelapan.
“Ini bukan hanya kekuatanku…”
Suaranya menggema.
“…ini adalah harapan dari dua dunia.”
Cahaya besar mulai terbentuk di atasnya.
Seperti matahari baru.
Namun Penguasa Kegelapan tidak tinggal diam.
Ia juga mengangkat tangannya.
Seluruh kegelapan berkumpul menjadi satu.
Lebih pekat.
Lebih dalam dari apa pun.
Dua kekuatan besar kini saling berhadapan.
Cahaya dan kegelapan.
Harapan dan kehancuran.
Kael menatap ke atas, napasnya berat.
“Lyra…”
Seren berbisik pelan.
“Ini… akan menentukan segalanya…”
Lyra menatap lurus ke depan.
Ke arah musuh yang menghancurkan masa lalunya.
Yang mengancam masa depan semua dunia.
Ia mengingat satu hal—
pilihannya.
Dan ia tersenyum tipis.
“Ayo… kita akhiri ini.”
**** Bersambung ****
Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar