Rabu, 01 April 2026

Cerita Romantis ( Kita yang Dipisahkan Semesta ) Eps 2

 

CINCINSLOT Hujan turun perlahan di luar jendela.

Butiran air menetes di kaca, menciptakan irama sunyi yang seolah menemani kegelisahan Aira. Sejak kejadian di cermin semalam, semuanya terasa berbeda.

Bukan hanya pikirannya.

Tapi… dirinya sendiri.

Aira menatap telapak tangannya.

Cahaya kecil itu masih ada.

Berkedip pelan, seperti detak jantung yang hidup di dalam kulitnya.

“Apa sebenarnya aku ini…” bisiknya lirih.

Tiba-tiba—

Cahaya itu membesar.

Aira terkejut, tubuhnya refleks mundur. Namun cahaya itu tidak menyakitkan. Justru terasa hangat… seperti pelukan yang lama hilang.

Dan dalam sekejap—

RUANGAN DI SEKITARNYA BERUBAH.

Dinding kamar menghilang.

Langit muncul.

Bukan langit biasa.

Langit yang sama seperti yang ia lihat di “mimpinya”—gelap, luas, dengan bintang-bintang yang terlalu dekat… terlalu nyata.

Aira terengah.

“Aku… berpindah?”

“Bukan.”

Suara itu.

Aira menoleh cepat.

Kael berdiri di sana.

Nyata.

Lebih nyata dari sebelumnya.

Matanya menatap Aira dengan campuran lega… dan ketakutan.

“Kali ini, kamu yang datang ke duniaku.”

Jantung Aira berdegup kencang.

“K-kael… ini nyata?”

Kael melangkah mendekat, namun tetap menjaga jarak. Seolah ada sesuatu yang menahannya.

“Ini adalah batas di antara dua dunia,” jelasnya pelan. “Tempat di mana kita… akhirnya bisa bertemu tanpa terpisah.”

Aira menatap sekeliling. Tanah berkilau seperti kristal, udara terasa ringan, dan cahaya bintang seolah menyentuh kulitnya.

Indah.

Namun… juga terasa rapuh.

“Aku… tidak mengerti semuanya,” kata Aira, suaranya bergetar. “Tapi kenapa aku bisa ke sini?”

Kael menatap cahaya di tangan Aira.

“Itu adalah inti kekuatanmu.”

“Kekuatan…?”

“Kamu adalah penghubung, Aira.”

Hening sejenak.

“Penghubung antara dua dunia yang seharusnya tidak pernah bersatu.”

Aira menggenggam tangannya, cahaya itu berdenyut lebih kuat.

“Jadi… semua ini karena aku?”

Kael tidak langsung menjawab.

Dan itu sudah cukup sebagai jawaban.

Air mata Aira jatuh tanpa suara.

“Aku… yang akan menghancurkan semuanya?”

“Tidak!” Kael langsung memotong, suaranya lebih keras dari biasanya. “Kamu bukan kehancuran.”

Ia melangkah lebih dekat.

Untuk pertama kalinya—jarak di antara mereka memudar.

“Kamu adalah alasan dunia kita masih terhubung.”

Tatapan mereka bertemu.

Dekat.

Sangat dekat.

“Aira…” suara Kael melembut, “aku sudah mencarimu sejak lama.”

Jantung Aira terasa sesak.

“Aku… juga merasa seperti mengenalmu,” bisiknya.

Tangan Kael perlahan terangkat.

Aira, tanpa sadar, melakukan hal yang sama.

Jari mereka… hampir bersentuhan.

Namun—

GETARAN KUAT MENGHANTAM DUNIA ITU.

Langit retak.

Cahaya bintang berjatuhan seperti pecahan kaca.

Wajah Kael berubah panik.

“Tidak… mereka datang lebih cepat!”

“Siapa mereka?!” Aira panik.

Dari kejauhan, muncul bayangan hitam besar, seperti sosok tanpa bentuk yang merayap di langit.

Aura dingin menyelimuti segalanya.

“Mereka adalah penjaga keseimbangan,” kata Kael cepat. “Dan mereka akan menghapus apa pun yang melanggar aturan—termasuk kita.”

Aira gemetar. “Lalu… kita harus bagaimana?!”

Kael menatapnya dalam-dalam.

Seolah waktu kembali melambat.

“Kamu harus kembali.”

“Apa?! Tidak! Aku baru saja—”

“AIRA!” suara Kael meninggi, penuh emosi yang tak bisa ia sembunyikan. “Kalau kamu tetap di sini, mereka akan menemukanmu!”

Langit semakin retak.

Dunia mulai runtuh.

Aira menatap Kael, air matanya jatuh tanpa henti.

“Aku tidak mau pergi…”

Untuk pertama kalinya, Kael terlihat benar-benar terluka.

“Aku juga tidak mau kamu pergi.”

Sunyi sekejap.

Lalu dengan suara yang hampir patah—

“Tapi aku lebih tidak mau kehilanganmu.”

Cahaya di tangan Aira tiba-tiba bersinar sangat terang.

Tubuhnya mulai menghilang.

“Kael…!”

Kael mengulurkan tangannya.

Kali ini—

mereka benar-benar bersentuhan.

Hangat.

Nyata.

Namun hanya sesaat.

Dalam kilatan cahaya—

Aira menghilang.

Dan dunia itu kembali sunyi.

Kael berdiri sendiri, menatap ruang kosong di depannya.

Tangannya masih terangkat… seolah berharap waktu bisa kembali.

“Aku akan menemukanmu lagi…”

Sementara itu—

Aira terjatuh di lantai kamarnya.

Napasnya terengah, air matanya belum berhenti.

Namun kini—

ia tahu satu hal.

Ini bukan sekadar mimpi.

Ini adalah takdir… yang perlahan mulai menghancurkan semesta.

Bayangan yang Mengincarmu

CINCINSLOT Pagi datang… tapi tidak benar-benar membawa terang.

Aira terbangun di lantai kamarnya, tubuhnya masih terasa lemah setelah kejadian semalam. Nafasnya belum sepenuhnya stabil, dan cahaya di telapak tangannya kini hanya tersisa kilau tipis—seolah kelelahan.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Tidak ada suara burung. Tidak ada suara kendaraan. Bahkan angin pun seperti berhenti bernapas.

Aira perlahan bangkit.

“Ada yang… tidak beres.”

Ia berjalan menuju jendela dan membukanya.

Kosong.

Jalanan yang biasanya ramai kini benar-benar sepi. Mobil-mobil terparkir tanpa pengemudi. Daun-daun tidak bergerak. Dunia terasa seperti… dibekukan.

“Apa ini akibat semalam…?”

Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

Tiba-tiba—

SEBUAH BAYANGAN MELINTAS CEPAT DI BELAKANGNYA.

Aira membeku.

Perlahan, ia menoleh.

Tidak ada siapa pun.

Namun suhu ruangan turun drastis.

Dingin… menusuk tulang.

Lalu—

Bayangan itu muncul lagi.

Kali ini di dinding.

Bukan bayangan biasa.

Ia bergerak sendiri.

Memanjang… merayap… seperti sesuatu yang hidup.

“Apa itu…” suara Aira bergetar.

Bayangan itu perlahan membentuk sosok.

Tinggi.

Gelap.

Tanpa wajah.

Namun Aira bisa merasakan satu hal—

Ia sedang diperhatikan.

“Target… ditemukan…”

Suara itu menggema, tidak jelas dari mana asalnya. Berat. Kosong. Menyeramkan.

Aira mundur perlahan.

“Jangan mendekat…”

Namun bayangan itu justru bergerak lebih cepat.

Merayap di lantai.

Mendekat.

Mendekat.

MENDekat—

“AIRA!”

Suara itu.

Sekejap, cahaya muncul di sekitar tubuh Aira.

Cahaya yang sama seperti sebelumnya—namun kali ini lebih kuat, lebih liar.

Bayangan itu tersentak mundur, seperti terbakar.

“Apa yang terjadi—?!”

Cahaya di tubuh Aira meledak.

BRRAAK!

Kaca jendela pecah.

Energi terpancar ke seluruh ruangan.

Dan dalam sekejap—

Dunia kembali bergerak.

Suara kendaraan terdengar.

Angin kembali berhembus.

Semua kembali normal.

Kecuali satu hal.

Aira terjatuh ke lantai, napasnya terengah.

Bayangan itu… menghilang.

Namun di lantai, tepat di hadapannya, tertinggal sesuatu.

Sebuah tanda.

Hitam.

Berbentuk seperti retakan… namun hidup.

Aira menatapnya dengan gemetar.

“Itu… makhluk dari dunia Kael…”

Dan itu berarti—

mereka kini bisa masuk ke dunianya.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari luar kamar.

“Aira? Kamu di dalam?”

Itu suara ibunya.

Aira tersentak.

“I-iya, Bu!”

Dengan cepat ia menutupi tanda hitam itu dengan karpet kecil.

Pintu terbuka.

Ibunya masuk dengan wajah khawatir.

“Kamu baik-baik saja? Ibu dengar suara pecahan—”

Aira memaksakan senyum.

“Aku tidak apa-apa… cuma jatuh.”

Ibunya menatapnya beberapa detik, seolah merasa ada yang aneh.

Namun akhirnya hanya menghela napas.

“Hati-hati ya.”

“Iya…”

Pintu tertutup kembali.

Sunyi.

Aira menoleh perlahan ke arah karpet.

Jantungnya berdegup kencang.

Ia tahu…

ini belum selesai.

Tiba-tiba—

Cahaya di tangannya kembali menyala.

Namun kali ini—

bukan hangat.

Melainkan… seperti peringatan.

Dan di dalam pikirannya, suara Kael terdengar samar—

“Aira… lari…”

Wajah Aira memucat.

Karena di belakangnya—

bayangan itu muncul lagi.

Lebih besar.

Lebih gelap.

Dan kali ini…

tidak sendirian.









**** Bersambung ****

     Untuk cerita selanjutnya sambung besok yahh 😊😊😊..


                    

👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar